Sepenggal Kisah Polantas dan Kakek Pedagang Kambing

Polres Trenggalek – Hari masih pagi saat dua orang anggota Satlantas Polres Trenggalek yang kebetulan sedang bertugas di Poslantas simpang tiga Widowati Trenggalek ini melihat seorang kakek dengan sepeda kayuhnya,Selasa (01/08). Dari kejauhan nampak di belakang sepedanya membawa muatan cukup berat hingga miring ke kanan. Semakin lama semakin miring bahkan hampir jatuh. Kakek itu pun terlihat kesulitan mengayuh sepedanya.

Diliputi rasa penasaran dan keinginan membantu, Brigadir Frendi dan Brigadir Muklis mencoba menghentikan si kakek tepat di samping Pos Lantas. Sedikit terkejut karena ternyata isi keranjang di belakang sepeda adalah seekor kambing. Tak banyak bicara, dua orang polisi muda ini pun membantu membetulkan posisi keranjang kambing dan memastikan keamanannya.

Niki bade dibeto dateng pundi kung ? (ini mau dibawa kemana kek)” tanya Brigadir Frendi.

Disade dateng pasar kewan, mumpung dinten pasaran Pon (dijual di pasar hewan, mumpung hari pasaran Pon” jawab si kakek.

Masyarakat Kabupaten Trenggalek memang masih memegang teguh kearifan lokal terkait hari atau penanggalan Jawa. Tiap-tiap pasar baik kecamatan maupun desa memiliki hari pasaran tersendiri. Dalam satu minggu bisa dipastikan terdapat satu hari dimana pengunjung maupun pedagang lebih ramai dari hari biasa. Belum diketahui bagaimana proses pembagian hari pasar yang dianggap sebagai kesepakatan tidak tertulis dan masih berlangsung hingga kini.

Saat dikonfirmasi tentang aksi mereka membantu kakek pedagang kambing, baik Brigadir Frendi dan Brigadir Muklis menyatakan bahwa membantu sesama merupakan sebuah kewajiban apalagi dengan profesi sebagai anggota Polri yang melekat pada diri mereka.

“Sekedar membantu, mbahnya (kakek) tadi hampir jatuh gara-gara keranjang kambing miring. Apalagi jarak ke pasar hewan masih lumayan jauh” ucap Brigadir Muklis.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi kepada dua orang anggotanya. Sejak memimpin jajaran Satlantas Polres Trenggalek satu bulan yang lalu, ia sudah menanamkan kepekaan dan jiwa kepedulian kepada seluruh anggotanya. Sudah cukup banyak program yang ia gagas untuk mewujudkan postur Polri yang humanis.

“Paradigma baru Polri adalah mengedepankan sifat humanity. Artinya dalam setiap perbuatan atau tindakan yang diambil harus mencerminkan sosok polisi yang humanis, peduli tanpa meninggalkan ketegasan dan koridor hukum yang berlaku” tutur AKP Ricky.

Kedepan, Alumni Akpol 2007 ini akan menyiapkan reward bagi anggota yang secara nyata mampu mengimplementasikan sikap humanis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi sebagai representasi kehadiran negara di tengah masyarakat.