Alarm Stelling, Polres Trenggalek Siagakan Sniper untuk Amankan Mako

Polres Trenggalek – Kondisi Kamtibmas Kabupaten Trenggalek yang relatif tenang dan kondusif tidak serta merta membuat jajaran Polres Trenggalek menjadi lengah. Kesiapsiagaan terus dilatihkan untuk mengasah kemampuan menghadapi situasi kontijensi.

Dipimpin langsung oleh Kabagops Kompol Mukalam SH dengan instruktur Kasat Sabhara AKP M. Zainal Arifin, S.Sos. menggelar latihan sistem pengamanan markas komando (Sispammako) atau yang disebut dalam dunia militer alarm stelling. Rabu (02/08)

Tujuan latihan ini adalah agar setiap personel mengetahui secara detail apa yang harus dilakukan dan memposisikan diri dimana saat terjadi situasi kontijensi seperti penyerangan atau kondisi yang dapat membahayakan dan mengancam Mako.

Suara sirine tanda alarm stelling terdengar nyaring dibarengi dengan lonceng tanda bahaya yang dipukul berkali-kali. Seluruh anggota yang berada didalam ruangan sontak lari berhamburan keluar menuju pos masing-masing.

Masyarakat yang kebetulan berada di area Mapolres sempat terkejut. Beberapa diantaranya ikut berlari mengamankan diri karena menyangka ada sesuatu yang terjadi. Saat mengetahui ini hanya latihan, kontan mereka tersenyum, bahkan banyak yang justru menonton latihan tersebut.

Sementara itu, dengan menggunakan alat pengeras suara, Kompol Mukalam memberikan instruksi kepada tiap satuan dimana dan harus berbuat apa. Keseluruhan mako di jaga ketat oleh seluruh personel menggunakan senjata lengkap. Empat orang sniper juga disiapkan pada tiap sudut mako untuk melumpuhkan pelaku penyerangan dari jarak jauh sebelum bisa masuk kedalam ksatrian.

Kompol Mukalam menuturkan, pelatihan alarm stelling sebenarnya sudah rutin dilakukan. masing-masing anggota sudah memahami tugas pokok masing-masing. Termasuk sniper, dimana tidak sembarang orang ditunjuk melainkan personel yang benar-benar memiliki skill menembak mumpuni dan sudah teruji.

“Simulasi latihan dibuat semirip mungkin dengan kondisi sesungguhnya, sehingga anggota tidak terdadak jika dibutuhkan. Demikian pula penunjukan personel. Semua diklasifikasikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki” jelas Kompol Mukalam.

Lebih lanjut Kompol Mukalam menegaskan, secara keseluruhan pelatihan berjalan dengan baik. Masing-masing personel maupun satuan dapat menjalankan perannya sesuai dengan SOP. Pelatihan seperti ini akan terus dilakukan pada jam dan waktu yang tak terduga untuk melatih kepekaan dan kesiapan anggota dalam menghadapi situasi kontijensi.