Dukung Indonesia Literasi, Satbinmas Polres Trenggalek Gelar Smart Reading

Polres Trenggalek – Apa itu literasi? Literasi di difinisikan sebagai suatu kemampuan dalam membaca dan menulis. Lebih luas lagi literasi juga mencakup kemampuan seseorang dalam memahami dan menganalisis. Kemampuan inilah yang kemudian diharapkan menjadi dasar bagi generasi penerus untuk menghadapi berbagai tantangan diperadaban dan era globalisasi saat ini. Ironisnya minat para generasi muda dalam budaya literasi sangatlah rendah, terutama dapat dilihat pada survey minat baca dan melek huruf negara Indonesia masih sangat tertinggal jauh. Ditambah lagi dengan masuknya arus digitalisasi dari gadget, socialamedia, dan yang dapat berdampak pada budaya literasi.

Dan masalah lain banyaknya tempat hiburan, permainan dan tayangan tv yang mengalihkan perhatian pelajar dari buku, taman rekreasi, tempat karaoke, mall, supermaket. Tempat tempat ini kadang dipergunakan oleh para pelajar dewasa untuk bermain setelah pulang sekolah. Dan itu membuat lupa waktu untuk belajar apalagi membaca. Rendahnya minat juga karena sifat malas yang merajalela  dikalangan anak – anak sampai dewasa untuk membaca dan belajar demi kemajuan diri masing – masing untuk menambah ilmu pengetahuan .

Selain masalah – masalah tersebut masih banyak lagi masalah – masalah yang menjadi penyebab minimnya minat membaca dikalangan pelajar di era sekarang ini. Tetapi dari masalah – masalah tersebut ada hal yang lebih penting lagi bagi para pendidik adalah bagaimana cara meminimalisir masalah – masalah tersebut dan menumbuhkan minat membaca para pelajar.

Hal – hal itulah yang melatar belakangi Satbinmas Polres Trenggalek menggelar sosialisasi dalam rangka pembinaan pelajar melalui revolusi mental sebagai wujud Polisi Peduli Pendidikan yang bertema “ Belajar Melalui Smart Reading Menuju Negara Literasi”

Sosialisasi ini dilaksanakan 2 (dua) session, yang pertama pada pukul 08.00 WIB di aula MAN 1 Trenggalek  dan sesion kedua pukul 13.00 WIB di aula Disdikpora Kabupaten Trenggalek diikuti lebih dari 100 Kepala sekolah/instansi terkait  se Kabupaten Trenggalek di masing – masing session. Jumat (11/8).

Sosialisasi yang bertajuk “ Belajar Melalui Smart Reading Menuju Negara Literasi” sendiri di prakarsai oleh Kasat Binmas Polres Trenggalek  AKP Suyono, S.H.,M.Hum., dengan mengundang nara sumber AKBP Dr. Dody Eko Wijayanto, S.H.,M.Hum., jabatan Kabagbinopsnal Ditbinmas Polda Jatim.

Kegiatan sosialisasi ini menurut Kasat Binmas merupakan perwujudan Program Polisi Peduli Pendidikan yang merupakan sub Program Polisi Peduli Sesama (P2S) yang merupakan program inovasi Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, S.H.,S.I.K

“Penting bagi kita untuk terus berupaya meningkatkan budaya literasi di kalangan muda, terutama di era kekikinian yang serba modern ini. Semangat literasi di tengah arus kekinian merupakan sebuah talkshow yang digelar atas pemikiran dasar untuk mengubah mind set masyarakat terutama generasi muda di Trenggalek untuk menumbuhkan spirit mereka untuk minat membaca dan mencintai literasi Indonesia pada khusunya,”, Ujar orang nomer sebelas dijajaran Polres Trenggalek ini.

whatsapp-image-2017-08-11-at-10-05-52-amSementara AKBP Dody pada saat mengisi materi mengungkapkan bahwa Indeks tingkat membaca orang Indonesia yang hanya 0,001 artinya dari 1000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Ditambah lagi dengan sulitnya akses terhadap buku yang semakin memperburuk kondisi tersebut. Berangkat dari kenyataan tersebut dapat kita lihat bahwa kegiatan membaca belum berjalan dengan baik di Indonesia, baik dari ketersediaan buku maupun minat baca masyarakatnya. Padahal membaca merupakan faktor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia merupakan kendala serius yang sedang kita hadapi dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia

Membaca adalah jendela dunia. Ya itu merupakan ungkapan yang sering kita dengar dan dimengerti bahwa membaca lah kita dapat melihat dunia yang lebih luas. Kondisi minat baca masyarakat sekarang ini cukup memprihatinkan. Kegiatan sosialisasi ini menitik beratkan secara mendasar memotivasi ketertarikan dan kekingintahuan, revitilasasi peran orang tua dan optimalisasi peran sekolah dan pendidik.

“Demi mencapai cita – cita mulia mencerdaskan anak bangsa kita merasa harus dapat memotivasi masyarakat khususnya para pelajar untuk dalam hal baca, untuk tertarik dan ingin tahu untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia sesuai dengan revolusi mental yang sering di katakan Presiden Jokowi”, Imbuhnya. (dev).