Tingkatkan Peran Serta Perguruan Pencak Silat dalam Memelihara Kamtibmas, Polres Trenggalek Gelar FGD

Polres Trenggalek – Pencak silat merupakan salah satu khasanah budaya asli Indonesia yang berkembang luas hingga keluar negeri. Seni beladiri dengan ciri khas gerakan yang indah dan keluwesan tubuh ini kemudian menjadi sebuah cabang olahraga yang berada dibawah naungan IPSI. Di Kabupaten Trenggalek, terdapat beberapa perguruan yang aktif melestarikan budaya pencak silat dengan berbagai latar belakang dan idealisme masing-masing.

Dengan jumlah anggota yang cukup besar ditambah kemampuan yang dimiliki, anggota perguruan pencak silat ini bisa berkontribusi positif bagi terciptanya Kamtibmas kondusif di Kabupaten Trenggalek.

Oleh karenanya, Polres Trenggalek menggandeng IPSI Kabupaten Trenggalek menggelar FGD atau Forum Grup Diskusi dengan tema “Peningkatan Kompetensi Perguruan Pencak Silat/Bela Diri Dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Trenggalek” yang dilaksanakan di Rupatama Polres Trenggalek, Selasa (15/08).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro, Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman,S.I.K, M.Si, pejabat utama Polres Trenggalek, Kapolsek dan Danramil Jajaran, Kakesbangpol Widarsono, dan Ketua IPSI Trenggalek Sigit Hari Basuki, SH, M.Si.

Sedangkan perwakilan dari perguruan pencak silat yang hadir antara lain, dari PSHT Sigit Hari Basuki, SH, M.Hum, IKS-PI Arif Wibisono, S.Pd, Pagar Nusa Nurkhozin, Perisai Diri Adi Suprapto, Porsigal Marsudi, Persinas Asad Jumani dan Tapak Suci Dwi Asto.

Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyatakan bahwa kemampuan olah kanuragan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan dapatnya menjadi jiwa pelindung masyarakat. Perbedaan perguruan hendaknya menjadi dasar untuk merajut kerukunan dan kebersamaan.

“Apapun seragamnya, ilmunya,  jadikan itu kebersamaan untuk menjaga keamanan Trenggalek” ujar Bupati Emil.

Demikian pula dengan Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman,S.I.K lebih menekankan pada potensi pemuda Trenggalek yang luar biasa khususnya dalam hal pembinaan dan pelatihan seni beladiri pencak silat. Kerjasama yang baik antara perguruan silat dengan instansi terkait akan sangat membantu bagi terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Perbedaan perguruan jangan dijadikan pertentangan namun jadikan persaudaraan” ujar AKBP Donny.

Sedangkan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro menyampaikan peran serta para tokoh sesepuh perguruan pencak silat dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Maka sudah seharusnya jika seluruh anggota perguruan pencak silat memiliki wawasan kebangsaan dan menanamkan kesatuan untuk bela negara.

“Akan lebih indah jika antar perguruan pencak silat memiliki komitmen kuat untuk bersatu dan memajukan olah raga pencak silat di wilayah Kabupaten Trenggalek” tegasnya.

Pada sesi diskusi, Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek Sigit Hari Basuki mengharapkan pemerintah memberikan perhatian dan pembinaan bagi adik-adik yang ada dalam perguruan silat sehingga mampu menjadi atlet-atlet berprestasi di kancah nasional bahkan internasional.

Acara ditutup dengan penandatangan komitmen bersama perguruan pencak silat oleh masing-masing perwakilan perguruan pencak silat disaksikan oleh Bupati, Dandim, Kapolres dan para undangan yang hadir.