Peringati HUT ke-72 RI, Satlantas Polres Trenggalek Berikan Hukuman Unik kepada Pelanggar Lalu Lintas

Seorang pelanggar lalu lintas yang dihukum mengucapkan Pancasila

Polres Trenggalek – Jajaran Satlantas Polres Trenggalek memberikan hukuman unik bagi pelanggar lalu lintas hari ini. Beberapa warga yang kedapatan melanggar lalu lintas di area kota Trenggalek diberikan hukuman mengucapkan Pancasila, menyanyikan lagu nasional atau menyebutkan nama-nama pahlawan nasional, Kamis (17/08).

Hal tersebut diketahui tim redaksi saat melintas di Pos Polantas Widowati yang berada di jalan Soekarno-Hatta Trenggalek. Terlihat seorang pria yang masih menggunakan helm berdiri di hadapan polisi dan diminta mengucapkan Pancasila.

Dengan sedikit terbata-bata dan mengingat kembali naskah Pancasila akhirnya pria tersebut bisa lancar menyebutkan lima sila secara berurutan setelah mengulang hingga tiga kali. Bukan pria ini saja, beberapa pelanggar pun mengalami nasib yang sama. Bahkan ada pula warga yang tidak hafal saat diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Yang dihukum tadi mayoritas melanggar rambu dan menerobos lampu merah. Kami berikan peringatan dan dihukum mengucapkan Pancasila dan menyanyikan lagu nasional” ujar salah satu petugas Aipda Dwi Heri.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, SH, SIK menuturkan, pola hukuman edukasi ini dilakukan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Tentu dengan tetap melihat tingkat pelanggaran yang dilakukan.

“Saat ini, nilai nasionalisme semakin tergerus oleh globalisasi dan derasnya infiltrasi budaya. Hukuman mengucapkan Pancasila dan menyanyikan lagu nasional bertujuan me-refresh kembali tentang arti nasionalisme. Apalagi hari ini adalah hari kemerdekaan Indonesia” ucap AKP Ricky.

Apa yang dilakukan oleh jajaran Satlantas inipun menarik perhatian pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalan tersebut. Beberapa diantaranya tersenyum geli namun tak sedikit yang mengapresiasi langkah Polisi ini yang dinilai unik tapi memiliki arti yang mendalam.

“Sangat setuju, kalau perlu dilakukan tiap hari. Lha wong sekarang banyak yang sudah lupa sama Pancasila. Anak-anak lebih hafal lagu pop dari pada lagu nasional” kata salah satu warga bernama Setiyono.