Berbicara Miras Katakan No Way

Tidak ada komentar 36 views

Polres Trenggalek – Masih dalam penggelaran operasi Bina Kusuma yang dimulai kemarin, Kanit Binmas Polsek Pule Polres Trenggalek melakukan pembinaan kepada kalangan kaum muda yang sedang menikmati kopi dan Wifi di warung Kopi Pasar Pule. Dengan memberikan pengetahuan terhadap bahaya minuman keras bagi anak muda dan dampak kedepannya bagi masa depannya, itu yang menjadi topik pembinaan malam ini, Kamis (12/10/2017).

” Ada yang bisa meneruskan syair ini, minuman keras apapun namamu, tak akan kureguk lagi walau…,gara – gara kamu orang bisa menjadi edan, gara – gara kamu orang kehilangan masa depan. Itu mengandung arti yang sangat luas dalam mencegah atau tidak mengkonsumsi miras, ada berbagai jenis miras dari mulai level termahal sampai harga pasaran anak – anak muda seperti arak jowo. Mari kita musuhi dan kita anjurkan rekan, teman yang dekat agar tidak mengkonsumsi miras. Dari pada untungnya, banyak ruginya bila kita mengkonsumsi minuman keras,” Kata Kanit Binmas Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Santoso dalam memanuver menuju kebaikan.

Mengutip dari sumber yang dipercaya, Minol (Minuman berakohol) yang beredar sekarang sampai di pinggiran adalah Arjo. Miras jenis ini ternyata berbahan baku tetes tebu alias molases. Proses pembuatannya sederhana. Produk sisa dari proses pembuatan gula ini direndam dengan air selama tujuh hari. Bahan kemudian dimasukkan ke dalam tong untuk disuling. Bagian bawah dari tong tersebut dibakar dengan kayu. Satu tong ditempatkan di satu tungku/pawon (dapur yang terbuat dari tanah liat).

Karena temperatur panas yang tinggi, tetes tebu mulai menguap. Uap itu disalurkan ke gentong melalui pipa yang terbuat dari bambu. Beberapa waktu kemudian, cairan bening yang disebut arak mulai menetes ke dari genthong melalui selang kecil. Di bawah gentong dikasih ember untuk menampung arak yang sudah jadi.

Penyulingan satu tong berisi 30 liter tetes tebu tanpa campuran air membutuhkan sekitar 12 jam. Hasil penyulingan itu berupa 10 liter arak. Sebelum dijual, arjo dimasukkan di bak penampungan untuk didinginkan. Lalu, disaring dengan arang. Setelah disaring baru siap dijual.