14 Hari Operasi Zebra Semeru 2017, Polres Trenggalek Tindak 1.302 Pelanggar

Operasi Zebra Semeru 2017 yang digelar selama 14 hari telah berakhir tanggal 14 November 2017 kemarin. Berbagai upaya dan inovasi untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas terus digencarkan jajaran Satlantas Polres Trenggalek setiap hari tanpa jeda selama berlangsungnya operasi.

Pola kegiatan yang dilaksanakan meliputi preemtif merupakan langkah awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas berupa penanaman nilai dan norma, didukung upaya preventif yakni upaya tindak lanjut dari preemtif atau pencegahan melalui tindakan kepolisian seperti penjagaan, pengaturan, patroli maupun pengawalan, diselaraskan dengan tindakan represif atau penegakan hukum. Dalam konteks ini berupa teguran atau tilang.

Pada aspek preemtif, jajaran Satlantas Polres Trenggalek melakukan apa yang disebut dengan Dikmas atau pendidikan masyarakat. Sasaran Dikmas ini meliputi berbagai macam komunitas seperti pelajar, sopir angkutan umum, tukang ojek maupun kelompok masyarakat lainnya. Selain dialogis tatap muka, sosialisasi tertib berlalu lintas juga disuarakan melalui radio dan televisi lokal. Tujuannya adalah muncul kesadaran yang tumbuh dari pribadi masing-masing individu.

Sedangkan pada tataran preventif, langkah kepolisian yang diambil pada dasarnya merupakan kegiatan rutin sehari-hari seperti penjagaan, pengaturan penggal jalan, patroli rawan kecelakaan atau blackspot, turun tangan membantu pengamanan kegiatan masyarakat maupun pengawalan VIP/VVIP.

Sebagai langkah perimbangan, digelar pola tindakan represif yang mengedepankan penegakan hukum bidang lalu lintas. Kegiatan yang dilaksanakan bisa razia stationer maupun hunting system melalui patroli rutin dan skala besar.

Dihubungi melalui telepon selular, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K. menuturkan, pola kegiatan sepanjang Operasi Zebra Semeru 2017 baik preemtif, preventif dan represif dilaksanakan secara berkesinambungan agar hasil dan tujuan operasi dapat optimal. Meskipun operasi telah berakhir, bukan berarti tindakan kepolisian tersebut berhenti. Hasil operasi akan dievaluasi dan dikaji lebih dalam tentang kelemahan dan kekurangannya untuk kemudian dilakukan perbaikan yang akan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

“Tentu tidak, meskipun sudah berakhir tidak akan mengurangi aktivitas sehari-hari. Justru hasil Anev (Analisa dan Evaluasi) operasi akan dijadikan semacam pedoman untuk perbaikan kedepan. Nah, perbaikan inilah yang nantinya dipergunakan sebagai acuan operasional di lapangan” papar AKP Ricky.

Disinggung mengenai hasil operasi, AKP Ricky menerangkan, selama 14 hari, jajarannya telah menindak 1.302 pelanggar. Pelanggaran tertinggi adalah kelengkapan-surat-surat (SIM dan STNK) sebanyak 978 pelanggar, tidak menggunakan helm dan sabuk keselamatan 135 pelanggar, melawan arus 60 pelanggar, pelanggaran marka dan lain-lain sebanyak 129 pelanggar.

“Dari keseluruhan pelanggaran, 90% melibatkan sepeda motor dan 38% diantaranya berusia pelajar” ucap AKP Ricky.

Berdasarkan hasil operasi tersebut diatas, perwira menengah alumni Akpol 2007 ini berharap agar kesadaran tertib dan disiplin berlalulintas semakin meningkat sehingga Kamseltibcarlantas mantap yang menjadi tujuan utama Operasi Zebra Semeru 2017 dapat tercapai.

“Saya yakin dan percaya, semakin kesini, kesadaran pentingnya tertib berlalulintas akan semakin meningkat. Ini yang perlu terus kita sosialisasikan khususnya kepada para pelajar dan generasi muda lainnya. Tinggal mengolah komitmen dan kemauan kita. Jangan sampai anak-anak, saudara kita menjadi korban kecelakaan yang berawal dari ketidaktaatan terhadap peraturan lalulintas. Mari kita selamatkan generasi muda Trenggalek tercinta. Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Bersatu keselamatan nomor satu” pungkasnya.