Problem Solving : Tiga Pilar Selesaikan Masalah Perselingkuhan

Polres Trenggalek – Perselingkuhan terungkap di Desa Puru masuk Wilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek yang dilakukan oleh Tri Wahono , 41 Th,alamat Rt 15 Rw 05 Desa Puru dengan Sri Suwarti, 36 Thn, alamat Rt 12 Rw 04 Desa Puru Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek dan dari masing masing pelaku telah berkeluarga serta memiliki anak, atas kejadian tersebut suami dari Sri Suwarni telah menjatuhkan talak dan menunggu proses cerai.

Kedua pelaku perselingkuhan tersebut meninggalkan rumah masing masing dan berangkat bersama sama menuju palembang sejak Tanggal 10 Oktober 2017 dan pada tanggal 04 Nopember 2017 kedua orang tersebut kembali kekeluarga serta kerumah mereka masing masing serta telah mengakui kesalahan atas perbuatannya, Selasa (14/11) oleh tiga pilar desa Puru dilaksanakan mediasi bertempat di Balaidesa Puru.

Setelah adanya musyawarah antara ke dua belah pihak, disepakati bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan, tetapi karena suami dari Sri Suwarni telah menjatuhkan talak keduanya tetap akan bercerai dan setelah bercerai akan rujuk kembali (menikah kembali).

Bahwa kedua belah pihak pelaku perselingkuhan tersebut telah berjanji tidak lagi akan menjalin hubungan serta tidak akan mengulangi perbuatan dan apabila kedua belah pihak mengingkarinya maka akan diproses sesuai dengan aturan dan UU yang berlaku.

Selanjutnya kesepakatan kedua belah pihak dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak serta diketahui oleh Kepala Desa Puru, Babinsa Desa Puru dan Bhabinkamtibmas desa Puru Polsek Suruh Polres Trenggalek serta disaksikan oleh perwakilan masing masing pihak.

Bhabinkamtibmas Desa Puru Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Dian Pratomo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan himbauan dan pesan pesan kamtibmas, agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan tempat tinggal masing masing dan apabila ada sesuatu permasalahan agar senantiasa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Agar masing masing pihak dapat menerima dengan lapang dada tanpa ada perasaan dendam mendendam supaya tidak terjadi suatu permasalahan yang dapat menganggu kamtibmas,” pungkasnya.