Kapolsek Pule Hadiri Kegiatan Sosialisasi Penerimaan Bibit Manggis Dan Agroforesty

Polres Trenggalek – Dalam budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim) dikenal dengan Agroforestri, Pengertian agroforestri seperti di atas merupakan pengertian sederhana karena agroforestri dapat diartikan lebih luas lagi dengan pengabungan sistem budidaya kehutanan, pertanian, peternakan dan perikanan. Agroforestri merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris “Agroforestry” yaitu Agro berarti pertanian dan Forestry berarti Kehutanan. Agroforestri dikenal juga dengan istilah “Wanatani” yaitu gabungan kata Wana berarti Hutan dan Tani atau Pertanian.

 

 

Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan. Masalah yang sering timbul adalah alih fungsi lahan menyebabkan lahan hutan semakin berkurang. Agroforestri diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut dan masalah ketersediaan pangan. Prakteknya disesuaikan dengan kondisi setempat. Pembagian jumlah tanaman antara tanaman kehutanan dan tanaman lain (pertanian, pakan ternak) = 50: 50 sampai 10: 90
Jadi Agroforestry adalah, Cara penggunaan lahan untuk mempertahankan hasil secara lestari dengan menanam pohon dan tanaman pangan atau pakan ternak.

 

 

Melalui Forum yang digelar oleh pihak Perhutani dilaksanakanya penyampaian bibit manggis dari dinas kehutanan yang dihadiri Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, SH, MH selasa (5/12) Kemarin lusa. Kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah desa Jombok calon Kades Nursalim, ketua Rt dusun Kasrepan Jombok Teguh dilaksanakan di balai FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat di dusun Kasrepan, desa Jombok.

 

 

Saat dikonfirmasi dilokasi berbeda, Kamis (7/12), Kapolsek Pule Polres Trenggalek membenarkan adanya kegiatan penerimaan bibit phone manggis kepada masyarakat Jombok, ” Bentuk pengelolaan lahan yang memadukan prinsip-prinsip pertanian dan kehutanan. Pertanian dalam arti suatu pemanfaatan lahan untuk memperoleh pangan, serat, dan protein hewani. Kehutanan untuk memperoleh produksi kayu pertukangan dan atau kayu bakar serta fungsi estetika, hidrologi serta konservasi flora dan fauna.”