Bhabinkamtibmas Jombok Hadiri Peresmian ” Pecuk Pecukilan “

Polres Trenggalek – Anda pasti heran dengan bahasa itu, yang jelas itu merupakan dari nama group campursari yang diresmikan malam kemarin, Jum’at ( 12/01 ). Berdirinya group campur sari pecuk pecukian sendiri berada di desa Jombok, dengan menghadirkan unsur tiga pilar desa yang terdiri dari Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sarwanto, Babinsa Koramil 0806/10 Pule Serka Edy dan Kades Nursalim. Kehadiran para pemangku kepentingan di desa Jombok merupakan wujud sinergitas dalam mendukung peresmian salah satu Group campur sari.

 

Campursari sari sendiri merupakan wujud kesenian musik yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa, Terutama Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.Wujud musiknya adalah gabungan dari alat musik irama pentatonic (tradisional Indonesia) dan irama nada diatonic (Barat). Dengan menggabungkan 2 unsur musik yang berbeda jenis tadi menghasilkan jenis musik yang baru, yang di sebut Campursari.

 

Menurut ceritannya, kesenian ini di kenalkan oleh Ki Narto Sabdo dengan Media Wayang. Pada saat itu Campursari di tampilkan masih dengan model lama yaitu dengan gabungan gamelan asli dan keroncong. Kemudian berkembang sampai saat ini yang di kenal pada zaman sekarang dengan istilah campursari moderen yang dipopulerkan oleh Manthous di tahun 1933.

 

Manthous dengan kepekaan musiknya, Ia berinovasi dengan Campursari Model lama. Ia mencoba menggabungkan Seperangkat Gamelan, Misalnya, kendhang, gong, gender di campur alat musik keroncong, Misalnya ukulele, cak- cuk, seruling dan lainya. Dari Inovasi tadi muncul Campursari yang lebih baik, lagunya lebih enak di dengar. Tidak hanya berhenti di situ Manthous juga menambahkan Bass, gitar elektrik dan keyboard. Hasilnya lagu Campursari semakin enak saja di dengar.

 

Dalam kegiatan peresmian group campursari pecuk pecukian, para stakeholder yang tergabung dalam tiga pilar desa. Diminta dari panitia dan ketua group campursari Yunianto untuk turut beradu kreasi gerakan bekso ( joget)  dalam alunan kesenian tayub yang sudah disiapkan dalam kegiatan peresmian campur sari. Kegiatan yang tidak bisa di tolak oleh Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka sarwanto di tunjukan dengan tampil bekso dengan tiga pilar lainya.

 

” Kami mendukung dengan berdirinya campursari pecuk pecukian yang diresmikan, dengan tujuan luhur melestarikan budaya kita sampaikan like kepada pelaksana campur sari, ” kata Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sarwanto saat dilokasi kegiatan.