Cegah Tindakan Asusila Patroli Dialogis Arahkan Pengetahuan Kepada Warga

Polres Trenggalek – kasus pemerkosaan dominasi pemberitaan dimana-mana. Seperti berantai, kasus Kekerasan seksual sambung-menyambung ciptakan rasa takut bagi kaum perempuan dan orang tua. Pemerkosaan tak hanya terjadi pada perempuan yang berpakaian menggoda. Poin permasalahan tersebut yang menjadi dasar keinginan dari personel Polsek Pule memberikan edukasi mencegah terjadinya tindak kejahatan asusila yang bisa muncul,  diawali dari diri individunya, itu pada Jum’at malam ( 06/04 ).

 

Selain orang dewasa akan tetapi, anak-anak juga kerap menjadi korban pelampiasan. Laki-laki hidung belang yang sering muncul, mungkin efek kehilangan pelampiasan sejak di tutupnya beberapa lokalisasi. Dalam kesempatan ini, personel Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Nugroho dan Bripka Sarwanto melakukan dialogis dengan pemilik swalayan lik’s Fashion di jalan raya pule depan Kantor unit BRI Pule.

 

Dalam kegiatan dialogisnya Personel Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Nugroho menyampaikan, Perkosaan adalah suatu tindakan melakukan hubungan seks dengan orang lain dengan cara memaksa demi mendapat kepuasan seksual yang sementara. Para wanita sudah barang tentu sangat resah dengan tindak pemerkosaan yang memang dari sejak jaman nenek moyang dahulu kala sudah ada. Pemerkosa yang umumnya adalah laki-laki, pria tidak hanya mengincar perempuan dewasa saja, namun juga para gadis yang muda termasuk anak di bawah umur yang terkadang menjadi korban.

 

Pemerkosa homoseksual adalah orang yang mengincar lakilaki lain untuk diperkosa, sedangkan pemerkosa pedofilia senang memperkosa anak dibawah umur. Pelaku pemerkosaan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi bisa dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Para orang tua benar-benar harus memperhatikan dan mengawasi penuh anak-anak mereka baik yang laki-laki maupun yang perempuan agar tidak menjadi korban perkosaan.

 

” Pelaku kejahatan pemerkosaan adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan kontrol nafsu birahi seks yang baik. Bisa jadi karena tidak tahu cara melakukan onani atau kegiatan lain yang dapat meredam gejolah syahwat sehingga dapat meledak sewaktu-waktu dan mengakibatkan orang lain menjadi korban pelampiasan nafsu bejadnya, ” lanjut penyampaian Aiptu Nugroho yang melakukan kegiatan patroli dialogis.

 

Nafsu sex memang terkadang membuat seseorang menjadi buta dan dapat berbuat tindak kriminal pada orang lain. Setelah terjadi barulah pemerkosa biasanya sadar atas kesalahan yang diperbuat. Tapi pada sebagian pemerkosa, tidak ada rasa penyesalan dan akan tetap mencari korban lainnya untuk disetubuhi.