Penerimaan Anggota Polri Tahun 2018, Polres Trenggalek Gelar Penandatanganan Pakta Integritas

Polres Trenggalek – Pendaftaran penerimaan anggota Polri Tahun 2018 resmi ditutup terhitung sejak tanggal 12 April 2018 kemarin. Ratusan orang pemuda terbaik Trenggalek telah mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi pemeriksaan administrasi awal (Rikmin) di Polres Trenggalek.

Untuk memastikan bahwa selama proses rekrutmen menggunakan prinsip `Betah`, Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, Polres Trenggalek menggelar penandatanganan pakta integritas sekaligus pengumuman hasil sidang kelulusan administrasi awal di pendopo kabupaten Trenggalek. Jumat (13/04)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit bambang Wibowo S, S.I.K., M.H., Plt. Sekda Kabupaten Trenggalek Drs. Kusprigianto, M.M., perwakilan DPRD Trenggalek, Kapolsek jajaran, dan para calon siswa didampingi oleh orang tua masing-masing.

Dalam sambutannya AKBP Didit BWS mengatakan, melihat animo peserta di tahun ini, pihaknya optimis jumlah yang lulus bisa lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Penerimaan Polri tahun 2017 yang lalu dari Trenggalek berhasil lulus 1 Taruni Akpol, 2 Polwan dan 25 Bintara Polri. Untuk tahun ini saya berharap bisa lulus lebih banyak lagi.” Ujar AKBP Didit

Berdasarkan data dari Pabanrim Polres Trenggalek yang digawangi oleh Bagsumda, tercatat ada 166 orang terdiri dari 149 putra dan 17 putri yang dinyatakan lolos Rikmin awal. Dari jumlah tersebut, ada 7 orang yang mendaftaran diri jenjang Akpol, Bintara polisi tugas umum 138 orang, Bintara penerbang 1 orang, bintara pelayaran 1 orang dan tamtama 19 orang.

“Dari hasil sidang Rikmin awal ini, bagi peserta yang telah memenuhi syarat di tingkat Pabanrim Polres Trenggalek selanjutnya akan mengikuti seleksi ditingkat Panda Polda Jatim.” Imbuh AKBP Didit

Terkait dengan pakta integritas, lanjut AKBP Didit, ditandatangani oleh peserta seleksi dan orang tua masing-masing. Pakta integritas tersebut berisi tentang komitmen bersama bahwa dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018, peserta tidak melakukan perbuatan KKN, katebelece, sponsorship maupun tindakan memberikan imbalan materi kepada pihak panitia dengan tujuan agar diloloskan atau diterima sebagai anggota Polri.

“Jangan percaya kalau ada iming-iming bisa lolos pakai uang. Bohong itu. semua gratis tidak dipungut biaya. Yang penting percaya diri dan persiapkan semuanya dengan baik fisik maupun mental. Dan jangan lupa belajar. Masih banyak tahapan seleksi yang harus kalian ikuti.” Tutur AKBP Didit

Agar lebih mengena, dalam acara tersebut diputar video singkat testimoni Wahyu Herdiana seorang taruni Akpol, anak dari seorang nelayan di kecamatan Panggul dan Bripda Dany Ardho Saputra putra seorang kuli bangunan di desa Karangrejo Kecamatan Kampak yang lolos sebagai anggota Polri tahun 2017 lalu