Polres Trenggalek Tetapkan Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek menangkap dan menetapkan HM warga desa sukorame kecamatan Gandusari Trenggalek sebagai tersangka lantaran diduga melakukan perbuatan asusila kepada beberapa pelajar perempuan. Kasus ini terbongkar setelah orang tua dari salah satu korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H dalam konferensi pers yang digelar dihalaman Mapolres hari ini menerangkan, penetapan HM yang merupakan pelatih seni barong tersebut setelah melalui proses penyidikan dan gelar perkara. Rabu (18/04)

Masih kata AKBP Didit, berdasarkan hasil pengembangan penyidik, ditemukan sedikitnya 10 orang anak dibawah umur yang telah menjadi korban. Mereka yang rata-rata masih pelajar ini berada di rumah HM untuk belajar seni tari jaranan. Namun oleh HM justru dimanfaatkan untuk memenuhi nafsu bejadnya.

 “HM menjanjikan kepada para korban bisa memasukkan semacam pulung (kondisi kesurupan saat bermain tari jaranan.red) dan memasang pagar diri. Caranya, korban dimasukkan dalam kamar khusus kemudian dibaringkan dan diberikan mantra yang katanya adalah pager urip agar terhindar dari marabahaya”  ujar AKBP Didit

“Saat berada di dalam kamar itulah korban dicabuli” Imbuhnya

Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, beberapa potong pakaian milik korban, selimut, obat kuat, hand body lotion dan perangkat tari barongan.

Atas perbuatannya, HM dijerat dengan pasal 81 Ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (1) UURI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 menjadi Undang-Undang perihal perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara