Iptu Suraji, SH, MH : Sudah Adanya Bhabinkamtibmas di Desa Sebagai Perwakilan Unsur Polri

Polres Trenggalek – Penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, SH, MH saat dilaksanakan gelar safari Jum’at ( 11/05 ), dimasjid al Kautsar, dusun depok, desa Pule. Dalam kegiatan tersebut menyampaikan tentang perlindungan perempuan sesuai permasalahan yang terdapat dalam khutbah Jum’at, dan mengajak berkomunikasi melalui Bhabinkamtibmas apa bila menemukan bentuk kejadian pidana atau yang menyangkut perlindungan hukum bagi wanita dan anak.

 

 

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek Pule Polres Trenggalek, Kekerasan terhadap anak dan perempuan sampai detik ini masih belum tuntas. Seperti halnya gunung es, kekerasan yang tidak terungkap dan tidak berani diungkap masih terjadi di sekeliling kita. Bisa jadi memang tidak terungkap atau lingkungan sekitar yang kurang peduli dan peka terhadap kasus tersebut. Dewasa ini, kehidupan urban juga menjadikan seseorang atau sekelompok orang sebagai manusia individualis menjadikan tingkat kepedulian antar sesama kian menurun. Bahkan, tidak sedikit yang lebih peduli terhadap permasalahan di luar lingkungan daripada lingkungan sekitar mereka.

 

 

Catatan kasus kekerasan anak, baik fisik maupun seksual menurut Komnas Perlindungan Anak, sebanyak 350 kasus lebih dari sekitar 2046 kasus di tahun 2015 adalah kasus kekerasan anak. ” Hal ini dapat menandakan bahwa perlindungan terhadap anak masih kurang. Perlindungan utama seorang anak seharusnya diberikan oleh orang-orang terdekat seperti orangtua, kakek-nenek, kakak atau adik maupun saudara sekita, ” penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji di depan Jamaah.

 

 

 

Namun, ketika menemukan seorang anak menjadi korban kekerasan ternyata oleh keluarga atau orang terdekat itu sendiri, maka warga sekitar atau orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekolah si anak berhak untuk melindungi anak tersebut.

 

 

Pertolongan pertama pada korban kekerasan, terutama pada anak maupun perempuan tidak selamanya harus menjadi kewajiban pihak berwajib. Orang-orang sekitar juga dapat membantu korban kekerasan, dengan menjadi pendengar dan pemberi perlindungan yang baik serta dapat bekerja sama membantu korban terlepas dari tindak kekerasan, sebelum pada akhirnya membantu mereka pada para profesional yang dapat membantu menangani kasus mereka.

 

 

Semua orang bisa membantu menolong korban.Orang-orang di sekitar korban bisa jadi adalah keluarga, teman yang sangat ia percaya, guru, orang yang dituakan, maupun tetangga sendiri. Dan bisa langsung disampaikan ke Bhabinkamtibmasnya bila adanya kejadian serupa di wilayah, melalui peran Bhabinkamtibmas diharapkanya mampu mencegah kejadian pidana.