Masyarakat Trenggalek Bubuhkan Tanda Tangan Lawan Terorisme

Polres Trenggalek – Belum sirna kesedihan atas gugurnya beberapa personel Polri dalam kerusuhan di rutan cabang salemba komplek Mako Brimob Depok, masyarakat kembali dikejutkan oleh ledakan bom di 3 gereja di Surabaya. Aksi terorisme tersebut mendapatkan kecaman dari seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat Trenggalek.

Bertepatan dengan digelarnya lomba ayam bekisar di halaman Mapolres Trenggalek, Ratusan peserta dan masyarakat yang hadir membubuhkan tanda tangan disertai kalimat dukungan kepada Polri untuk tegas memberantas aksi terorisme di Indonesia.  Minggu (13/05)

Nampak Pula Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. didampingi pejabat utama dan tamu undangan bersama-sama membubuhkan tanda tangan ikut berduka cita atas gugurnya 6 orang anggota Polri karena aksi terorisme.

“Bisa disaksikan sendiri bahwa masyarakat Trenggalek menolak terorisme dan radikalisme. Ini juga sebagai ungkapan dukacita atas gugurnya 6 anggota Polri beberapa hari yang lalu karena aksi sadis teroris.” Ucap AKBP Didit

“Juga memberikan dukungan kepada Polri untuk memberantas terorisme dan radikalisme sampai keakar-akarnya” imbuhnya

Dari pantauan tim redaksi, terdapat beberapa buah Banner ukuran besar yang disiapkan. Satu, diposisikan berdiri menghadap ke utara dan yang kedua ukuran 12 meter yang diletakkan di bawah. Masyarakatpun nampak antusias membubuhkan tanda tangan sembari menuliskan kata-kata dukungan seperti `Aku Ora Wedi Teroris, Lawan`, `Ayo NKRI Harga Mati, Ganyang terorisme`, `Rakyat dibelakang TNI-Polri`, `#KamiTidakTakut` dan masih banyak lagi.