Polisi Hadiri Megengan Akbar Keluarga Besar SD Negeri 2 Mlinjon

Polres Trenggalek – Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga masyarakat terhadap Alloh SWT sekaligus untuk meningkatkan hubungan diantara sesama manusia, pada Sabtu malam (12/05) bertempat dihalaman SD Negeri 2 Mlinjon Kecamatan Suruh telah dilaksanakan pengajian umum dalam rangka pelepasan siswa siswi kelas 6 SD Negeri 2 Mlinjon dengan thema megengan akbar keluarga besar SD Negeri 2 Mlinjon.

Hadir dalam pengajian tersebut antara lain Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP H Yasir WSD, SH yang diwakili oleh KSPKT B Aiptu Suyitno, Tiga pilar Desa Mlinjon, Kh Kholil Majid dari Pondok Pesantren Qomarul Hidayah Tugu, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Mlinjon, Wali murid siswa siswi SD Negeri 2 Mlinjon dan warga sekitar kurang lebih 300 orang.

Dalam kesempatan itu KSPKT B Polsek Suruh Polres Trenggalek Aiptu Suyitno menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar SD Negeri 2 Mlinjon serta para tamu undangan yang mana Kapolsek Suruh AKP H Yasir WSD, SH yang sedianya akan datang langsung menghadiri undangan tersebut ada sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan sehingga mewakilkan kepada kami.

Aiptu Suyitno dihadapan para jamaah menyampaikan bahwasannya situasi Kamtibmas saat ini relatif cukup aman dan kondusif tetapi hal tersebut jangan membuat kita lantas terlena karena setiap saat dan setiap waktu tindak kejahatan dapat terjadi dan dapat menimpa kepada siapapun oleh sebab itu kami menghimbau dan mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing terutama dalam hal keamanan.

“Mari kita menjadi Polisi bagi diri kita sendiri yang artinya kita bisa dan mampu untuk menjaga keamanan diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan kita supaya segala macam bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas dapat diminimalsir sedini mungkin,” kata Aiptu Suyitno.

Ia juga menekankan agar warga masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan maraknya berbagai isu-isu atau berita bohong (Hoax) yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan terjadinya perpecahan diantara anak bangsa, disamping itu masyarakat agar selalu waspada dengan adanya kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme yang dalam setiap kegiatannya selalu mengatasnamakan agama.

“Untuk menghindari segala macam bentuk gangguan kamtibmas warga dapat mengaktifkan kembali pamswakarsa dalam bentuk siskamling yang sudah ada dimasing masing lingkungan serta selalu mewaspadai terhadap pendatang baru yang tidak mau bersosialisai dengan lingkungan, para orang tua harus mengawasi putra putrinya dan generasi penerus bangsa jangan sampai salah dalam pergaulan sehingga terlibat dalam kenakalan remaja dan permasakahan hukum lainnya,” pesannya.