Aksi Teroris Terlihat Nyata Mari Satukan Tekad Perangi Mereka

Polres Trenggalek – ” Kejadian di jalan Ngagel, jalan Arjono dan Jalan Diponegoro merupakan tindakan dari kelompok jaringan teroris yang ingin membuat situasi Kamtibmas tidak tenang, aksi mereka dengan melakukan tindakan bom bunuh diri telah melukai hati yang menyintai adanya kedamaian. Sungguh sangat memprihatinkan karena ulah para sekelompok yang mengaku mujahid, malah menimbulkan korban dari yang tak berdosa seperti anak -anak, ” kata Kanit provos Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Mansur saat menyempatkan bertemu dengan warga di masjid Miftakhul huda, ( Rt /05 ), ( Rw/03 ), desa Pule setelah kegiatan sholat isya’ Minggu ( 13/05 ).

 

Menyikapi adanya kejadian teror Bom dari kelompok teroris, Kanit Provos Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Mansur menyampaikan hal yang penting dalam mencegah pelaku teror adanya kepedulian lingkungan. Dapat diartikan dengan peduli terhadap situasi dan perubahan penduduk disekitar, dengan segala aktifitasnya akan bisa mengidentifikasi prilaku setiap orang yang ada dilingkungan. Mengarah kepada tindakan pelanggaran hukum atau bukan, karena aksi teror yang dilakukan kelompok teroris jelas melanggar hukum.

 

” Selain itu, pendataan adanya warga baru bila dimungkinkan ada, stakeholder di desa harus benar -benar dalam mengidentifikasi warga tersebut dari mana asalnya, dan keseharian yang dilakukan, demi upaya pencegahan pelaku teror sebagai sel tidur yang bisa sewaktu -waktu mengancam keamanan, ” lanjut Kanit provos Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Mansur.

 

 

Masalah radikalisme dan terorisme saat ini memang sudah marak terjadi di mana-mana, termasuk di Indonesia sendiri. Pengaruh radikalisme yang merupakan suatu pemahaman baru yang dibuat-buat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal, seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme yang cenderung melibatkan tindak kekerasan. Berbagai tindakan terror yang tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai sebuah perubahan.