Cegah Radikalisme, Polres Trenggalek Gelar FGD Bersama Forkopimda dan Tokoh Agama

Polres Trenggalek – Menyikapi maraknya aksi terorisme di tanah air, Polres Trenggalek berinisiatif menggelar acara Forum Grup Diskusi (FGD) di Rupatama Polres Trenggalek. FGD yang mengambil tema sinergitas TNI Polri bersama Pemerintah dan elemen masyarakat dalam mencegah dan memerangi terorisme dan radikalisme ini dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S,I.K., M.H. sekaligus sebagai narasumber utama. Selasa (15/05)

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos, Plt. Bupati Trenggalek M Nur Arifin, Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam, Kajari Trenggalek Umaryadi S.H.M.H., Ketua PN Trenggalek Agus Aryanto, S.H., Ketua MUI Trenggalek KH. Moch. Yuzak, Ketua FKUB Trenggalek KH. Maksum serta perwakilan dari organisasi lintas agama dan organisasi masyarakat lainnya.

AKBP Didit mengatakan, terkait teror yang terjadi di Jakarta maupun Jawa Timur, diperlukan sinergitas penanganan dari semua elemen masyarakat. Masing-masing berperan sesuai tataran kewenanganannya dengan tetap mengedepankan fungsi koordinasi lintas instansi sehingga penanganan bisa lebih komprehensif dan berkesinambungan.

Menurut AKBP Didit, diperlukan upaya pencegahan sejak dini dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat. Tentu harus dibarengi dengan peran para Ulama dan tokoh agama sebagai garda terdepan meluruskan pemahaman radikalisme.

“Kami telah mengambil langkah sesuai dengan Tupoksi dan tugas Kepolisian dalam menjaga kondusifitas di wilayah Kab. Trenggalek. Pengamanan kegiatan keagamaan tetap dilaksanakan. Alhamdulillah berjalan aman lancar.” Ujar AKBP Didit

AKBP Didit meminta masyarakat tenang namun waspada terhadap sel-sel yang muncul. Apabila masyaraat mengetahui kejanggalan atau gerak gerik yang mencurigakan segera melaporkan kepada petugas terdekat.

“Bisa kepada Bhabinkamtibmas dan 3 pilar di desa. Atau jika perlu bisa melaporkan langsung kepada saya agar segera bisa diantisipasi sejak dini” tegasnya

Senada, Letkol Inf. Dodik Novianto menyatakan bahwa TNI dan Polri tetap solid bersinergi dalam menjaga Kamtibmas di Trenggalek. Ia pun mengutuk keras aksi teror yang berakibat jatuhnya korban dari Polri maupun masyarakat.

Sedangkan Plt. Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin mengajak semua pemuka agama dan tokoh pemuda untuk lebih aktif memberikan masukan kepada semua lapisan masyarakat tentang bahaya terorisme dan radikalisme. Disamping itu, pemerintah sangat mendukung program mengaktifkan kembali siskamling sebagai upaya pencegahan yang efektif.

“Kita harus kembali menghidupkan gerakan peduli tetangga agar kita bisa menjalin komunikasi yang intens dengan lingkungan supaya terjalin silaturahmi. Kami juga mendukung di hidupkan kembali Siskamling di masing-masing lingkungan” ujar Plt Bupati.

Selain pemaparan dari para nara sumber, dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi untuk menyerap aspirasi ataupun masukan-masukan dari seluruh peserta yang kemudian hasil kesimpulannya akan di jadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan lebih lanjut dalam menangani terorisme dan radikalisme di Trenggalek.