Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat Cegah Tindak Terorisme

Polres Trenggalek – KSPK Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Nugroho bersama anggotanya Aiptu Gatot saat berdialogis bersama warga Pule dirumahnya pada selasa Malam ( 15/05 ). Dalam kegiatan dialogisnya menyampaikan perlunya masyarakat lebih peka terhadap lingkungan dikarenakan sel tidur teroris dimulai dari lingkup terkecil dari lingkungan, dengan sikap perhatian terhadap lingkungan tentunya akan mengetahui perkembangan situasi disekitarnya.

 

 

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda denganperang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil menurut penyampaian KSPK Aiptu Nugroho.

 

 

Lebih lanjut disampaikan, Istilah teroris oleh para ahlikontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. ” Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya layak mendapatkan pembalasan yang kejam,” kata KSPK Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Nugroho.

 

 

Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Adapun makna sebenarnya dari jihad,mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang. Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.