Antisipasi Penjualan Mercon, Personel Polsek Pule Ingatkan Pedagang

Polres Trenggalek – Di area pasar Pule saat jelang buka puasa dan selesainya sholat tarawih, nampak beberapa pedagang bunga api sudah menyiapkan barangnya untuk dijual, situasi seperti ini nampak di hari pertama bulan puasa pada Kamis ( 17/05 ). Aiptu Marjani personel Polsek Pule Polres Trenggalek dalam memberikan himbauhan kepada para penjual bunga api agar tidak menjual jenis petasan yang meledak di bawah, hal ini dalam mengingat adanya kejadian letusan yang diakibatkan mercon dengan menyebabkan korbanya luka di tahun yang lalu.

” Kita himbau kepada para penjual mercon agar tidak menjual  barang tersebut, selain membayakan diri sendiri juga bahaya pada orang lain, ” kata Aiptu Marjani personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, Polri mengingatkan produksi, penjualan, dan penggunaan petasan dilarang keras. Yang diperbolehkan adalah kembang api berukuran di bawah 2 inci, lanjut Aiptu Marjani personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

“Petasan dilarang. Kalau kembang api boleh, tapi di bawah 2 inch. Petasan seberapa pun besarnya dilarang. Penggunaan kembang api berukuran di atas 2 inci harus dengan izin khusus. Kembang api ukuran tersebut biasanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan perayaan.

Di atas 2 inci itu harus izin khusus. Yang kalau misalnya ada perayaan tertentu pakai peluncur-peluncur itu harus izin khusus,sedangkan juru ledak untuk penggunaan kembang api dalam acara-acara khusus. Cara meledakkannya pun sudah dengan sistem komputerisasi. Karena harus ada juru ledaknya, harus bersertifikat. Nggak main-main itu, jelas Aiptu Marjani.