Jangan Menyumut Balon Udara Bisa Mengancam Keamanan

Polres Trenggalek – Himbauhan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, S. H., M. H., saat berada di Ponpes Hidaya Tulloh, desa Jombok, pada safari sholat tarawih yang dilakukan Selasa ( 12/06 ). Pentingnya masyarakat dilarang dalam menaikan balon udara karena dampaknya yang terjelek bisa mengakibatkan gangguan keamanan seperti adanya kebakaran tebu dan juga konsleting jalur aliran listrik karena tertimpa balon udara.

 

Lebih lanjut penyampaian Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, Balon udara yang dilaporkan berkisar antara ketinggian 3.000 hingga 40.000 kaki. Ketinggian di atas 30.000 kaki sudah masuk area lintasan pesawat jet. “Ketinggiannya sampai dengan 40.000 kaki, jadi itu adalah ketinggian lintasan pesawat jet, baik itu domestik maupun internasional,” jelas Kapolsek Pule Polres Trenggalek.

 

Tak hanya tabung bahan bakarnya yang berbahaya, bahan kain untuk balonnya sendiri bisa menyebabkan tubrukan yang membahayakan.”Terus kalau pesawat menabrak balonnya itu dengan berikut tabungnya itu memontumnya itu bisa jadi sangat besar,” tutur Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji mengingatkan akan dampak adanya balon udara bagi penerbangan.

 

Sebelumnya penerbangan balon udara tidak dilarang. Hanya, peluncurannya harus dikelola dengan baik. “Agar tradisi masyarakat tidak ancam keselamatan penerbangan. Tradisi masyarakat adalah ekspresi kreativitas dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan, tetapi jangan sampai ancam keselamatan penerbangan,” kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek lebih lanjut.