Kanit Reskrim Data Penukaran Uang Baru Sebagai Langkah Mencegah Peredaran Uang Palsu

Polres Trenggalek – Bulan Ramadhan tiba, sederet pedagang musiman bermunculan untuk memanfaatkan momen ini sebagai ladang memperoleh berkah penghasilan. Bisnis kue kering, parcel, pakaian, ataupun takjil adalah beberapa usaha musiman yang laris manis dan diuntungkan saat Ramadhan seperti ini. Selain beberapa usaha di atas, ada satu usaha yang sering kita jumpai jelang lebaran seperti ini. Jasa tukar uang baru yang tampak sedang didata oleh Kanit Reskrim Polsek Kampak Polres Trenggalek Aipda Sukirno, S.H. Kamis (14/06/2018).

Di Indonesia perayaan idul fitri terasa lengkap dengan tradisi bagi-bagi angpao kepada sanak saudara dengan menggunakan uang baru. Fenomena inilah yang akhirnya memunculkan jasa penukaran uang baru. Meski sudah banyak bank yang memberlakukan penukaran uang baru bagi nasabahnya (bahkan tanpa adanya pungutan biaya admin), tetap jasa pengguna jasa tukar uang baru di jalan ini masih ramai. Biasanya mereka adalah orang-orang yang enggan mengantre panjang di bank.

“Bekerja mencari mata pencaharian boleh boleh saja asal halal dan tidak merugikan orang lain, seperti halnya penukaran uang baru tercampur dengan uang palsu, selain merugikan masyarakat juga dalam dikenakan sanksi hukum.” Ujar Kanit Reskrim Polsek Kampak Polres Trenggalek Aipda Sukirno, S.H.

Bagaikan bank yang memiliki sederet uang baru dengan nominal yang lengkap, penyedia jasa tukar uang juga menyajikan lengkap beberapa nominal dari lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu, hingga seratus ribuan.