Polsek Panggul Himbau Kepada Komunitas Pemburu Satwa Liar Dengan Senapan Angin, Agar Tidak Berburu Satwa Langka Dan Yang Di Lindungi.

Polres Trenggalek – Perburuan atau berburu adalah praktik mengejar, menangkap, atau membunuh hewan liar untuk dimakan, atau memanfaatkan hasil produknya, seperti kulit dan lain – lain.

Brigadir Wahyu S. menghimbau kepada saudara Senon, Ketua Komunitas Pemburu Satwa Liar dengan senapan angin di Desa Nglebeng Kecamatan Panggul untuk tidak berburu jenis hewan langka, atau hewan yang di lindungi, dan berhati-hati dalam menggunakan senapan angin. Pasalnya diantara kelalaian yang menyebabkan kecelakaan adalah memegang senjata dengan jari masuk ke ruang pelatuk yang bisa berakibat pada kematian.

“Senapan angin bukan mainan. Senapan angin ini dianjurkan untuk digunakan oleh orang dewasa. Penyalahgunaan atau penggunaan yang ceroboh dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian. Senapan angin ini berbahaya hingga radius 75 meter,” ungkap Brigadir Wahyu.

Saat dikonfirmasi terpisah Kapolsek Panggul Iptu Puguh Wardoyo S.H., M.H. mengatakan, saya memerintahkan anggota saya untuk menghimbau kepada komunitas senapan angin agar tidak berburu jenis hewan yang populasinya sudah langka, atau hewan yang di lindungi, karena dengan membunuh hewan langka maka kelestarian lingkungan hidup dapat terganggu. Berburu hewan langka merupakan suatu tindak pidana. Pasal 1 Angka 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (“UU 5/1990”) dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah),” pungkas Iptu Puguh.