Usaha Jujur dan Jangan Gunakan Kayu Curian Hasil Hutan

Polres Trenggalek – Patroli Estrada yang dipimpin Bripka Hariyanto, S.H. melakukan dialogis dengan pengusaha mebel yang menggelar barang dagangannya di lapangan orde baru desa Bendoagung. Minggu (29/07/2018).

Dialohis yang disampaikan oleh Bripka Hariyanto, S.H. terkait penggunaan bahan baku berupa kayu jati dan jangan sampai menggunakan jati curian hasil hutan yang dapat merugikan pengusaha mebel dan bisa berurusan secara hukum. Mari bekerja secara jujur dan tidak melanggar hukum.

Dari pengusaha mebel didapati keterangan bahwa dirinya memulai usaha dengan bermodalkan pengalaman dan keterampilan dibidang mebel dan tabungan yang disisihkan dari penghasilannya selama menjadi pekerja pada perusahaan mebel. Modal awal sepenuhnya dari pemilik usaha, sedangkan untuk modal pengembangan usaha disisihkan dari keuntungan usaha dan diperoleh dengan menjalin kemitraan dengan pemilik show room mebel dan pedagang perantara.

Sang pengusaha mebel menjelaskan melakukan produksi dengan sistem pesan terlebih dahulu dan membuat sampel untuk promosi. Dalam proses produksi ada  beberapa tahapan mulai dari pemilihan bahan, pengukuran, perakitan, penyelesaian. Dan semua kayu jati yang digunakan murni didapat dengan cara yang tidak melanggar hukum.

“Kujujuran adalah sesuatu yang sangat berharga di era sekarang ini, karena suatu kejujuran sangat sulit ditemukan dalam diri seseorang. Sekarang mungkin kita lebih mudah menemukan orang yang tidak jujur daripada orang yang jujur. Mari berdagang dengan cara jujur dan hindari perbuatan melanggar hukum, kerja jujur, amanah dengan hasil yang barokah.” Ujar Bripka Hariyanto, S.H. anggota Polsek Kampak Polres Trenggalek.