Waspada Adanya Informasi Hoax Terkait Adanya Kejadian Di Wilayah Lain

Polres Trenggalek – Menyampaikan himbauhan terkait kewaspadaan terhadap adanya kabar Hoax dilakukan di Counter Tata Cell yang berada di lokasi pasar pule, pada malam ini Jum’at ( 12/10 ). Adanya kegiatan patroli dialogis yang dilaksanakan dalam memelihara adanya Kamtibmas di wilayah pule dilakukan personel Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Yanik, Aiptu Marjani dan Bripka Saiful.

Dengan mengarahkan kewaspadaan terhadap anak muda yang mayoritas menggunakan internet, disampaikanya kewaspadaan jangan turut menyebarkan bila mendapat kabar yang belum dicek kebenaranya terkait permasalahan seperti adanya bencana gempa di Bondowoso dan cyber crime, inilah mungkin dua jenis ancaman yang paling kelam dalam jagat cyber space crime mungkin lebih berorientasi pada nafsu mengumpulkan uang dalam skala masif dengan jalan yang tidak barokah. Mediumnya adalah melalui jalur maya,” kata personel Polsek Pule Polres Trenggalek saat dialogis.

Melihat fenomena yang pernah muncul sebelum kelompok saracen di ungkap Polisi serangan hoax bisa lebih muram sampaknya publik jadi bingung mana informasi yang benar, mana yang palsu dan sarat fitnah. Ujungnya persatuan dan kohesivitas publik bisa pecah berkeping-keping, lanjut personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

“Hoax (atau informasi palsu yang tidak berbasis data atau fakta yang akurat, dan kadang juga memuat elemen fitnah didalamnya), ” penjelasan personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

Lebih lanjut disampaikanya, di era ledakan digital ini adalah betapa mudahnya hoax atau informasi palsu menyebar karena ledakan pengguna social media seperti Facebook dan Whats App. Dalam konteks itu, media seperti Facebook dan Grup2 WA berubah menjadi “medium amplifikasi” untuk menyebarkan berita-berita hoax secara masif, dan acap sukses menjadi viral yang gemilang.

Kenapa berita hoax mudah menyebar dalam cyber space kita? Pertanyaan itu akan terjawab mungkin karena daya literasi masyarakat kita yang masih buruk. Peringkat minat membaca buku-buku ilmiah berkualitas negeri ini tergolong paling rendah di dunia, sejajar dengan negara seperti Somalia dan Zimbabwe.

Dalam masyarakat yang malas membaca buku-buku ilmiah, maka berita palsu akan lebih mudah menyebar. Berita hoax acap mengandung unsur sensasional dan elemen negatif.