Patroli di Kegiatan Latihan Pencak Silat, Personel Polsek Pule Himbau Cerdas Dalam Bermedsos

Polres Trenggalek – Beberapa remaja memakai seragam berwarna hitam dengan sabuk polos warna hitam terlihat sedang melaksanakan kegiatan pemanasan dalam latihan pencak silat, saat personel Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Marjani dan Aiptu Sofiyan tiba dilokasi simpang lima, dusun Kasrepan, desa Jombok itu pada Rabu malam ( 5/12 ). Ternyata para remaja yang beraktifitas tersebut merupakan siswa dari salah satu perguruan pencak silat PSHT yang ada di Ranting Pule, bersamaan adanya kesempatan yang harus diterima warga terutama remaja disampaikanya himbauhan Kamtibmas tentang penggunaan Media sosial.

 

Mengingat adanya Generasi millenial yang generasi lahir pada era tahun 1980-an hingga 2000-an—merupakan generasi yang dinilai paling rentan ‘tertelan’ oleh berita bohong atau hoax.

 

“Generasi millenial adalah yang paling rentan terhadap bahaya hoax. Sangat disayangkan jika Indonesia yang harusnya bisa menikmati ‘bonus’ demografi di 2030 nanti, malah diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial,” kata KSPK Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Marjani di depan siswa latih PSHT.

 

Diera ledakan digital ini adalah betapa mudahnya hoax atau informasi palsu menyebar karena ledakan pengguna social media seperti Facebook dan Whats App. Dalam konteks itu, media seperti Facebook dan Grup2 WA berubah menjadi “medium amplifikasi” untuk menyebarkan berita-berita hoax secara masif, dan acap sukses menjadi viral yang gemilang.

 

 

Kenapa berita hoax mudah menyebar dalam cyber space kita? Pertanyaan itu akan terjawab mungkin karena daya literasi masyarakat kita yang masih buruk. Peringkat minat membaca buku-buku ilmiah berkualitas negeri ini tergolong paling rendah di dunia, sejajar dengan negara seperti Somalia dan Zimbabwe.

 

 

Dalam masyarakat yang malas membaca buku-buku ilmiah, maka berita palsu akan lebih mudah menyebar. Berita hoax acap mengandung unsur sensasional dan elemen negatif.

 

 

Nah, penelitian tentang Viral Science menunjukkan sesuatu yang bersifat sensasional dan mengandung elemen negatif plus penuh emosi, memang ternyata lebih mudah menyebar jadi viral – dibanding berita yang bersifat netral.