Bripka Andik : Modus Kejahatan Perdagangan Orang Melibatkan Mucikari

Polres Trenggalek – Anda mungkin pernah jalan-jalan di wilayah desa Sidomulyo tepatnya daerah di barat daya wilayah Pule yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ponorogo tepatnya kecamatan Ngrayun, anda bisa berhenti dan ngopi di warung kopi ” Kirana ” yang berada di area pasar desa Sidomulyo. Seperti dalam kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Andik Setiawan dalam mendekatkan dengan masyarakat kegiatan sambang selalu dilakukan, kali ini dalam misi yang dibawanya menyampaikan himbauhan kepada para penikmat internet agar mewaspadai kejadian prostitusi online dengan embel -embel Bak po 80 Juta.

Dalam kegiatan yang disampaikan, adanya kejadian Prostitusi Online yang berhasil diungkap Polri. Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Andik mengatakan jangan sampai salah satu warga di desa binaanya menjadi Korban pelaku esek – esek online dan juga ada yang bermain sebagai perantara dalam menjual kepada pengguna atau pemesan karena semua ada ancaman hukumanya bagi perantara atau mucikari wanita untuk kegiatan prostitusi online.


Seperti di ketahui peran Mucikari yang menawarkan perempuan pekerja seks komersial (PSK) lewat sebuah akun Twitter maupun Medsos lainya. Hal tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek, melihat kejadian yang pernah ada kegiatan dunia prostitusi pelaku kejahatan mucikari selama kurang lebih enam bulan terakhir.

Modus operandi yang dilakukan  adalah menawarkan kepada pria dengan me-mention akun tersebut. “Nanti akan dibalas yang intinya kalau butuh teman silakan kemari, lalu diberikan nomor rekening untuk ditransfer sejumlah uang pemesanan” kata Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka andik sesuai berita yang pernah di bacanya.

Setelah calon pelanggan melakukan transfer ke rekening tersebut, barulah Mike memberikan PIN Blackberry Messenger (BBM) miliknya. Selanjutnya transaksi itu berlangsung melalui kontak BBM.

Foto-foto juga mewarnai obyek yang dipesan , sebutan untuk PSK, kepada calon pelanggan untuk dipilih. Sejauh ini pelanggan  terdiri dari karyawan hingga mahasiswa. Bagi pelaku kejahatan prostitusi online bila terbukti melakukan perbuatan yang memudahkan pencabulan dengan orang lain dan menarik keuntungan darinya. Ia terancam dijerat Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun, penjelasan yang disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Bripka Andik.