Babinkamtibmas Desa Tegaren Hadir Dalam Mediasi Antara Peternak Ayam dan Warga Masyarakat di Balai Ds . Tegaren Kec. Tugu .

Polres Trenggalek – Bhabinkamtibmas hadir dalam pelaksanakan mediasi antara warga masyarkat sekitar kandang dengan pemilik peternak ayam potong sdr Budi Utomo warga masyarakat Rt. 01/01 Dsn. Krajan Ds. Winong terkait aktifitas peternak ayam potong yang menyebabkan pencemaran lingkungan berupa lalat dan bau yang tidak sedap sehingga menimbulkan gangguan terhadap aktifitas keseharian warga sekitar. Senin (14/1/19)

Kegiatan tersebut di hadiri Ibu Endang S Kades Tegaren, Bripka Jaswadi BKTM Tegaren.
Bpk. Mukimin Kasun Krajan, Bpk. Budi Utomo pemilik Peternak ayam potong, Bpk Widodo penyuluh peternakan dan pertanian Kec Tugu, Perwakilan warga masyarakat Rt. 02/01 Dsn. Krajan.

mediasi antara peternak ayam potong dan warga masyarakat sekitar kandang.

Sambutan Ibu Endang S Kades Tegaren yg intinya,
“Kita berkumpul di balai desa Tegaren ini untuk menyelesaikan masalah terkait ternak ayam potong dan mari kita selesaikan dengan baik. pemerintah desa tegaren sangat berterima kasih pada warga masyarajat yang sudah mempunyai usaha ternak ayam, akan tetapi usaha ternak tersebut jangan sampai menimbulkan dampak negatif pada masyarakat sekitar kandang, sehingga menjadi resah.
Kesepakatan yg sudah ada agar dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga tidak muncul masalah baru” jelas Bu Kepala Desa.

Sambutan Bpk. Widodo dari dinas peternakan dan pertanian kec tugu.
“Masalah ternak tidak lepas dari polusi kalo tidak sesuai SOP, dan bagaimana permasalahan ini tidak berlarut larut.
Dari dinas peternakan sudah pernah di beri teknis mengatasi dan mengendalikan polusi atau bau dari limbah ternak ayam.
Terkait perizinan terutama masyarakat pelaku ternak harus ada ijin, atau sebatas ijin masyarakat sekitar kandang dan pemerintah desa tegaren.
cara mengurangi bau kandang dengan cara pemberian Probiotik atau sejenis EM 4” jelasnya

Sambutan Bripka Jaswadi BKTM Tegaren yg intinya
“Terkait bau kotoran dan lalat supaya di musyawarahkan dengan dinas peternakan, dan tidak boleh di buang di sembarang tempat atau ke sungai.
Limbah kotoran tidak boleh di bakar sehingga tidak muncul polusi di masyarakat sekitar kandang.
jangan muncul permasalahan baru bagi pengusaha ternak ayam sehingga akan mengganggu usaha ternak ayam terseb” jelas bapak Jaswadi.

Kesepakatan mediasi adalah,
Pengelolaan limbahnya harus sesuai standar aturan dinas peternakan dan tidak boleh di buang di sungai, terlaksananya kekompakan antar pengelola ternak ayam masalah kebersihan kandang dan pembuangan limbah untuk mengatasi bau dan lalat.
Adanya kompensasi kepada warga masyarakat sekitar kandang.
Sangsi bagi pengusaha ternak yang melanggar di cari pokok permasalahan dan siap untuk ditutup

Selama giat berlangsung dengan tertib, lancar dan aman.