Arahkan Kamtibmas Aman Jelang Pilkades, Patroli Polsek Pule Sambangi Tokoh Masyarakat

Polres Trenggalek – Aiptu Nugroho KSPK Polsek Pule Polres Trenggalek bersama Bripka Sarwanto sambangi tokoh masyarakat, Paimen warga dusun krajan, desa Pakel, kecamatan Pule Trenggalek pada malam ini Jum’at ( 18/01 ). Dengan melakukan dialogis dengan warga membicarakan perkembangan situasi terakhir sampai saat ini, menjelang adanya kegiatan Pilkades yang bakal di gelar bulan depan.

 

Saat ini musim kegiatan kampanye yang mana sudah dimulai setelah penetapan dalam calon urut Kades, harapanya dalam pelaksanaan Kampanye para calon pimpinan di desa dalam menyakinkan pendukungnya dengan cara yang profesional karena saat ini bukan waktunya lagi menggunakan cara-cara memecah belah untuk berpolitik dan meraih peluang masa yang banyak. Kalau pakai politik pecah belah, ini namanya politik sontoloyo.

 

 

Menurut penyampaian KSPK Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Nugroho kepada warga, politik pecah belah atau dalam bahasa Belanda disebut Devide et Impera adalah suatu upaya dari Belanda untuk menguasai sebuah wilayah dengan menggunakan adu domba dalam sebuah sistem kerajaan. Upaya mengadu domba yaitu menggunakan kombinasi strategi politik, ekonomi dan militer yang bertujuan untuk mendapatkan serta menjaga wilayah kekuasaan dengan cara memecah belah kelompok besar menjadi kelompok – kelompok kecil agar lebih mudah ditaklukkan.

 

Dalam arti lain, devide et imperajuga merupakan upaya pencegahan kelompok – kelompok kecil untuk bersatu membentuk kelompok besar yang lebih kuat. Belanda menggunakan sistem devide et impera sejak awal memasuki Nusantara. Politik adu domba pada abad – 17 sangat digemari VOC untuk menguasai suatu daerah, dengan cara inilah Belanda yang bahkan jumlahnya jauh lebih sedikit dari pribumi bisa menguasai wilayah nusantara.