Asal – Usul Kayu Harus Jelas, Hindari Pengolahan Kayu Hutan

Polres Trenggalek – Ditemui dirumahnya, Sarji perajin mebel, warga dusun sidem desa Jombok oleh personel Polsek Pule pores Trenggalek yang dipimpin Aiptu Marjani pada Sabtu kemarin ( 19/01 ). Dalam kegiatannya menyampaikan agar dalam usaha yang dilakukanya tidak membentur hukum melalui permasalahan bahan bakunya, yang harus diperhatikan mengenai asal usul kayunya.

 

Menurut informasi dari Sarji, Bahan baku diperolehnya dari hasil kayu hutan rakyat, dengan pengertian berasal dan tumbuh di bumi pemajakan warga. Dia menuturkan tidak pernah membeli kayu yang bodong dari hasil hutan, ” Saya selektif dalam mencari bahan baku dengan menggunakan bahan baku yang benar sah dan tidak bertentangan dengan hukum, ” katanya kepada Persomel Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Marjani saat menyambanginya.

 

Adanya pengolahan kayu dari hasil hutan tanpa adanya ijin bisa dikatakan ilegal loging, yang berarti rangkaian kegiatan penebangan dan pengangkutan kayu ke tempat pengolahan hingga kegiatan ekspor kayu yang tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang, sehingga tidak sah atau bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku da dipandang sebagai suatu perbuatan yang dapat merusak hutan.

 

Illegal logging tidak hanya merupakan aktifitas atau kegiatan penebangan kayu secara tidak sah, namun terdapat pula unsur-unsur lain yaitu adanya pengangkutan kayu, pengolahan kayu, penjualan kayu, pembelian kayu, dapat merusak hutan, serta adanya aturan hukum yang melarang dan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. Sebagai satu unsur Illegal Logging, adanya aturan hukum yang mengatur tentang larangan kejahatan Illegal Logging tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dirumuskan dalam Pasal 12 dan Pasal 13 serta ketentuan pidana diatur dalam Pasal 82 sampai dengan Pasal 85.