Pria Alami Gangguan Jiwa Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Polres Trenggalek – Persoalan dalam kehidupan begitu komplek dan berpariasi tak mengenal usia dan keadaan. Namun sebagai makhluk ciptaan tuhan yang sempurna, manusia diwajibkan untuk berusaha dan jangan sampai putus asa. Tebaran jalan keluar yang terbaik itulah sebagai pijakkan dalam penyelesaiaan yang solutif.

Selasa 22/1/19, Usia menginjak tua warga yang alami gangguan mental saudara Sarno (59  th) warga dusun Ngadi Desa Ngulungkulon  berakhir dengan jalan pintas alias gantung diri pada pohon cengkeh di belakang rumah pekarangannya. Dua pohon cengkeh di belakang rumah korban tersebut sebagai tambatan terakhir hidupnya, dengan jeratan seutas tali karalon yang menjerat di leher. Laki laki yang sudah bertahun-tahun alami gangguan jiwa yang hidup serumah dengan istrinya dan anaknya memiliki kebiasaan keluar rumah tengah malam dan pulang sebelum waktu subuh.

Waktu  dini hari yang mengejutkan bagi mesinem dan anaknya saat melihat dikamar Sarno suaminya tidak dapatinya, sehingga istri korban mengajak anaknya mencari ke belakang rumah, betapa kagetnya ia mendapati suaminya sudah menggantung di pohon cengkeh dengan posisi kaki selonjor di tanah karena lokasi lereng pegunungan. Sontak keduanya berteriak sambil mendekati korban yang sudah meninggal dunia. Teriakan saksi di dengar oleh para tetangga selanjutnya melalui perangkat desa setempat segera melaporkan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Munjungan Polres Trenggalek.

Kapolsek Munjungan AKP Totok Sudarto dan team Piket Penjagaan Polsek Munjungan segera mendatangi tempat kejadian perkara bersama team medisPuskesmas Munjungan. Setelah dilakukan oleh TKP dan  pemeriksaan medis di simpulkan patut diduga benar-benar meninggal dunia kerena gantung diri. (red/is)