Sosialisasi Pelindungan Anak dan Perempuan, Cegah Anak dan Perempuan sebagai Korban

Polres Trenggalek – Wakapolsek Kampak Polres Trenggalek Ipda Suswanto, S.H. menghadiri acara sosialisai perlindungan anak dan perempuan bertempat dibalai desa Ngadimulyo membahas seringnya terjadi persepsi yang salah sebabkan perempuan dan anak kerap jadi korban kekerasan. Selasa (22/01/2019).

Maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak salah satu faktornya disebabkan masih adanya persepsi yang salah tentang perempuan dan anak. Diantaranya, perempuan dianggap makhluk lemah dan tak mampu berbuat apa-apa, perempuan urusannya hanya di dapur saja, perempuan kelompok kelas dua dibanding laki-laki. Begitu pun dengan anak, anak dianggap milik orangtua dan orangtua punya hak untuk memperlakukan anak sesuai keinginannya.

Padahal, dalam Islam perempuan ditempatkan dalam posisi yang mulia. Perempuan punya hak yang sama juga dengan laki-laki, baik di kehidupan keluarga maupun berkiprah dalam pembangunan bangsa dan berkarier. Dan orangtua tidak punya hak terhadap anak, namun tanggungjawablah bagi orangtua untuk memperlakukan anaknya dengan sebaik-baiknya,  sesuai amanat yang diberikan Allah SWT kepada orangtua.

“Melihat masih banyak persoalan terhadap perempuan dan anak. Selain persepsi yang salah, akar utama masih banyaknya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah juga karena faktor kemiskinan yang masih dialami perempuan di beberapa wilayah di Indonesia. Faktor lainnya seperti budaya, lingkungan, faktor eksternal dan internal termasuk beberapa kebijakan yang dibuat negara justru malah membuat diskriminasi terhadap perempuan.” Ujar Wakapolsek Kampak Polres Trenggalek Ipda Suswanto, S.H.

Semoga dengan seringnya dilakukan sosialisasi tersebut dapat mencegah dan menurunkan angka anak dan perempuan yang menjadi korban serta memberikan pendampingan secara psikologis bagi mereka dengan cara yang pantas, tepat, dan terukur.