Panitia Seleksi Perangkat Desa Mengambil Peranan Terpenting Dalam Perekrutan

Polres Trenggalek – ” Yang punya kewenangan dalam perekrutan perangkat desa adanya pihak Panitia Pelaksanaan seleksi perangkat desa dalam hal ini adanya panitia seleksi Kasun krajan desa Joho, sedangkan turut sertanya pihak ketiga dalam hal ini perguruan tinggi cuma mengerjakan soalnya yang kemudian diserahkan kepada panitia seleksi desa untuk dilakukanya kegiatan tes seleksi dengan Berita Acara penyerahan dari pihak ketiga dengan panitia seleksi,” kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, S.H.,M.H., dalam arahan kepada Panitia seleksi perangkat desa, Kasun Krajan, dibalai desa Joho, kecamatan Pule Trenggalek, itu pada Rabu ( 23/01 ).

 

Peranan Panitia seleksi dari desa yang disiapkan memiliki peran yang sangat urgen, hal ini bisa dilihat sesuai dengan aturan yang ada dari adanya penjaringan, pentahapan seleksi dan pelantikan menjadi tugas dan wewenang panitia seleksi. ” Terutama dalam pelaksanaan tes yang sifatnya subyektif seperti wawancara, komputer dan kepemimpinan jangan sampai adanya keterpihakan. Penilaian secara prosedural dan obyektif harus diutamakan, ” kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji lebih lanjut.

 

Dalam pengangkatan perangkat secara prinsip dilakukan dengan cara seleksi. Setidaknya terdapat 4 (empat) tahap penting dalam seleksi, dan di masing-masing tahap banyak pihak yang berkepentingan, adanya pembentukan/penetapan panitia, pendaftaran calon, proses seleksi, dan penetapan hasil seleksi.

 

Ada 2 tahap kunci saling berhubungan, adanya proses seleksi dan penetapan hasil yang kerap diperbincangkan oleh peserta karena dianggap rawan. Rawan karena, perhatian seluruh calon perangkat desa tertuju dan berupaya untuk mempengaruhi agar hasilnya positif jadi. kriteria lulus seleksi ditentukan berdasar nilai tertinggi (dengan nilai tertimbang lulus minimal nilai 60) dari 4 unsur ujian dengan bobot nilai yang berbeda serta dengan pendekatan yang berbeda pula.