Waspada Demam Berdarah, Ayo Cegah Melalui Lingkungan Yang Bersih

Polres Trenggalek – Musim penghujan yang masih berlangsung menyebabkan adanya genangan air yang bisa untuk berkembang biak berbagai jenis nyamuk, terutama adanya nyamuk aides Aygepty atau demam berdarah yang bisa mematikan yang digigitnya. Mencegah adanya korban nyamuk DBD, Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sigit mengajak warga dalam siaga nyamuk demam berdarah melalui lingkungan yang bersih dengan menghindari tempat yang bisa dijadikan sarang berkembang biak nyamuk DBD.

 

Disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sigit saat dialogis pada Senin kemarin ( 21/01 ). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk, terutama Aedes aegypti.

 

Pada daerah tropis dan subtropis, penyakit DBD merupakan penyakit endemik yang muncul sepanjang tahun, terutama saat musim hujan ketika kondisi optimal untuk perkembangbiakan nyamuk. Data mengenai DBD secara global menunjukkan bahwa Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya.

 

Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit demam berdarah adalah nyamuk Aedes aegypti betina. Nyamuk Aedes aegypti berbeda dengan nyamuk lainnya. Mereka keluar terutama pada pagi hari dan sore hari. Nyamuk betinanya menggigit manusia pada saat mereka akan bertelur.

 

Nyamuk Aedes aegypti membawa virus demam berdarah setelah menggigit penderita demam berdarah. Setelah masa inkubasi 4-10 hari, nyamuk Aedes aegypti dapat membawa virus demam berdarah sepanjang hidupnya. Manusia adalah satu-satunya pembawa (carrier) virus demam berdarah. Manusia dapat menyebarkan virus demam berdarah melalui nyamuk Aedes aegypti setelah 4-5 hari (maksimal 12 hari) setelah munculnya gejala pertama.

 

” Mengingat adanya penyakit demam berdarah merupakan ancaman situasi Kamtibmas, mari kita bersama dalam upaya pencegahanya, ” kata Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek saat dialogis.