Memutus Rantai Penularan DBD, Polisi dan Tentara di Pogalan Bantu Petugas Kesehatan Lakukan Fogging

Polres Trenggalek – Menindak lanjuti terjadinya peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) dan ada yang mengakibatkan meninggal dunia di desa Ngadirenggo dan desa Wonocoyo, berarti telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kecamatan Pogalan.

Oleh karena itu dari pihak Puskesmas bekerjasama dengan Polri dan TNI berupaya semaksimal mungkin menanggulangi masalah ini, salah satunya dengan melakukan pengasapan atau Foging, untuk antisipasi berkembangnya nyamuk yang bisa mengakibatkan DBD.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Ngulanweta Polsek Pogalan Aiptu Suheri bersam Babinsa Koramil Pogalan dan petugas puskesmas Ngulankulon melakukan pengasapan atau foging di RT 6 RW 7 dusun Wates Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Selasa (12/2) pagi.

“Pelaksanaan fogging nyamuk pada pagi hari ini dilakukan untuk menekan angka prosentase perkembang biakan nyamuk di wilayah Desa Ngulankulon,” ujar Aiptu Suheri.

Lebih lanjut  Aiptu Suheri menambahkan kegiatan pengasapan atau Foging difokuskan di beberapa titik di RT 6 yang dianggap sarang nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Target kegiatan fogging adalah nyamuk dewasa. Meski demikian, kami berharap agar warga Desa Ngulankulon terus menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk atau lebih dikenal dengan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) plus membubuhi larvasida (abate) serta melindungi diri dari gigitan nyamuk agar dapat mencegah keluarga dari serangan penyakit DBD,” tambah Aiptu Suheri.

Sementara itu Kapolsek Pogalan Polres Trenggalek AKP Warjito, S.H. membenarkan kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas desa Ngulankulon bersama Babinsa dan petugas puskesmas Ngulankulon yang bersinergi antisipasi berkembangnya nyamuk.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memutus rantai penularan nyamuk penular DBD yaitu aedes aegypti di Kecamatan Pogalan,” pungkas AKP Warjito.