Netizen Cerdas Katakan No Hoax Kabar Palsu

Polres Trenggalek – Seberapa besar ancaman Hoax bagi Masyarakat ? Langkah apa yang perlu dalam mengantisipasi beredarnya konten Hoax melalui Medsos ?…………………………………

Patroli dialogis yang dilaksanakan personel Polsek Pule Bripka Saiful kepada Netizen pengguna Medsos di area swalayan Indomaret, pada selasa Malam ( 11/02 ). Masih kaitanya dengan beredarnya berita Hoax di media sosial seperti Face book, What apps dan tweter yang bisa mengancam adanya Kamtibmas, penyampaian agar lebih waspada dengan tidak menelan secara langsung isi dari kabar yang diterima melalui Medsos menjadi perbincangan dalam suasana ngobrol santai.

 

 

Dengan mengarahkan kewaspadaan terhadap anak muda yang mayoritas menggunakan internet, disampaikanya kewaspadaan jangan terprofokasi bila mendapat kabar yang belum dicek kebenaranya terkait permasalahan adanya Pilkada yang baru digelar kemarin.

 

”Serangan hoax dan cyber crime, inilah mungkin dua jenis ancaman yang paling kelam dalam jagat cyber space kita.Cyber crime mungkin lebih berorientasi pada nafsu mengumpulkan uang dalam skala masif dengan jalan yang tidak barokah. Mediumnya adalah melalui jalur maya,” kata personel Polsek Pule Polres Trenggalek saat dialogis.

 

Melihat fenomena yang pernah muncul sebelum kelompok saracen di ungkap Polisi serangan hoax bisa lebih muram sampaknya publik jadi bingung mana informasi yang benar, mana yang palsu dan sarat fitnah. Ujungnya persatuan dan kohesivitas publik bisa pecah berkeping-keping, lanjut personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

 

“Hoax (atau informasi palsu yang tidak berbasis data atau fakta yang akurat, dan kadang juga memuat elemen fitnah didalamnya), ” penjelasan personel Polsek Pule Polres Trenggalek.

 

 

Lebih lanjut disampaikanya, di era ledakan digital ini adalah betapa mudahnya hoax atau informasi palsu menyebar karena ledakan pengguna social media seperti Facebook dan Whats App. Dalam konteks itu, media seperti Facebook dan Grup2 WA berubah menjadi “medium amplifikasi” untuk menyebarkan berita-berita hoax secara masif, dan acap sukses menjadi viral yang gemilang.

 

 

Kenapa berita hoax mudah menyebar dalam cyber space kita? Pertanyaan itu akan terjawab mungkin karena daya literasi masyarakat kita yang masih buruk. Peringkat minat membaca buku-buku ilmiah berkualitas negeri ini tergolong paling rendah di dunia, sejajar dengan negara seperti Somalia dan Zimbabwe.

 

 

Dalam masyarakat yang malas membaca buku-buku ilmiah, maka berita palsu akan lebih mudah menyebar. Berita hoax acap mengandung unsur sensasional dan elemen negatif.

 

 

Nah, penelitian tentang Viral Science menunjukkan sesuatu yang bersifat sensasional dan mengandung elemen negatif plus penuh emosi, memang ternyata lebih mudah menyebar jadi viral – dibanding berita yang bersifat netral.