Ngobrol Bareng Bahas Hari Tenang Dalam Pemilu

Polres Trengalek – Malam ini, Minggu ( 14/04 ). Merupakan malam pertama adanya logistik pemilu yang ditempatkan di PPK Kecamatan Pule. Dalam menjaga adanya keamanan logistik Pemilu sejumlah unsur keamanan dari Polsek Pule Polres Trenggalek, TNI Koramil 0806/10 Pule dan petugas Sat Pol PP Kecamatan Pule disigakan pada lokasi dengan tujuan pengamanan.

Dalam kegiatan Ngobrol bareng, mereka membahas adanya situasi saat diberlakukanya masa tenang dan larangan yang harus dipatuhi setiap peserta Pemilu yang ada. Membicarakan permasalahan tersebut dibahas dengan suasana santai dengan didampingi makanan ringan kacang dan segelas Kopi.

Aiptu Sopyan personel Polsek Pule Polres Trenggalek dalam dialogisnya mengatakan, berdasarkan UU Pemilu No 7/2017, selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk: tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu. Hal ini tertuang dalam Pasal 278 UU Pemilu No 7/2017.

Kemudian, merujuk pada Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 278 ayat (2) UU Pemilu, sanksi jika melanggar larangan di atas yaitu pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta. Dengan aturan yang sudah ada dan memiliki hukum yang mengikat peran serta peserta pemilu harus turut mendukung dengan mematuhi hukum yang ada.

Melalui PKPU, KPU mengatur tentang larangan berkampanye di media sosial. Larangan itu tertuang dalam Pasal 53 ayat (4) PKPU No 23/2018. Media sosial merupakan aplikasi yang banyak digunakan masyarakat dari berbagai komunitas, anak-anak sampai orang dewasa tidak luput dalam penggunaan media sosial.

” Bawaslu pun akan mengawasi kampanye di media sosial pada masa tenang. Bawaslu bekerja sama dengan Kominfo untuk mengawasi iklan di media sosial,” jelas Aiptu Sopiyan personel Polsek Pule Polres Trenggalek dalam dialogisnya.