Kapolres Bersama Forkopimda Buka Kirap Kupat di Durenan Trenggalek

Polres Trenggalek – Mengawali perayaan lebaran ketupat atau `Kupatan` di Trenggalek, jajaran Forkopimda berkunjung ke rumah K.H. Fatah Muin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum di Kecamatan Durenan Trenggalek. Rabu (12/06)

Rombongan yang terdiri dari Bupati H.M. Nur Arifin, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H., Dandim 0806 Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos, Ketua Pengadilan Agama H. Nurchozin SH M.Hum, Kepala Kemenag Drs. H. Bahruddin, M.Pdi dan Kepala OPD Pemkab Trenggalek ini disambut langsung oleh pimpinan/pengasuh Pospes Babul Ulum berikut para santri serta Muspika Kecamatan Durenan.

Usai bersilaturahmi, Bupati membuka sekaligus memberangkatkan peserta kirap ketupat yang terdiri dari maskot, cucuk lampah, tumpeng putra dan putri, hadrah, barong sai dan drumband. Kirap itu sendiri mengambil rute start dari Ponpes Babul Ulum menuju simpang 4 Durenan, simpang 3 SMPN 1 Durenan dan diarak hingga finish di lapangan Durenan.

Di konfirmasi terpisah, AKBP Didit menuturkan, lebaran kupat atau kupatan merupakan tradisi yang sudah mengakar di kabupaten Trenggalek. Bahkan saat kupatan bisa jadi lebih meriah dibandingkan hari raya Idul Fitri.

“Untuk kupatan tahun ini ada beberapa titik daerah yang menjadi konsentrasi petugas Kepolisian yakni Durenan, Kelutan, Sambirejo, Gandusari dan Munjungan.” Ungkap AKBP Didit

Menurut AKBP Didit, tradisi kupatan harus dilestarikan bersama-sama sebagai salah satu khasanah budaya Indonesia serta bisa menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Trenggalek. Namun demikian, perwira menengah asal Surabaya ini berharap agar dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan jiwa toleransi dan memperhatikan keselamatan orang lain.

“Taat peraturan lalu lintas, tidak menyalakan petasan dan tidak menerbangkan balon udara yang tidak hanya mengganggu penerbangan tetapi juga berpotensi menyebabkan kebakaran.” Imbuhnya

Guna mengantisipasi kerawanan pihaknya telah mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka pengamanan kegiatan perayaan kupatan ini baik preemtif, preventif maupun represif. Pihak Kepolisian menurunkan sedikitnya ratusan personel dari Polres dan Polsek jajaran dibantu unsur TNI dan instansi terkait lainnya.