Silaturahmi Lebaran Kapolsek Pule Ketokoh Agama

Polres Trenggalek – Di rumah kyai Maksum salah satu tokoh agama di Trenggalek yang menjadi ketua FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ), lokasi kegiatan halal bil halal yang dilaksanakan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, S.H., M.H., dan beberapa anggota dijajaranya pada hari ini Selasa ( 11/6 ).

Kegiatan silaturahmi Kapolsek Pule Polres Trenggalek, dengan tujuan mempererat tali hubungan antar instansi dengan tokoh agama. Yang bersamaan dengan masih berada pada bulan Syawal, dimana umat muslim untuk saling memaaf-maafkan apabila terdapat hubungan yang tidak sinkron selama waktu yang lalu. Melalui silaturahmi yang dilakukan Kapolsek Pule mewakili keluarga besar Polsek, mintakan maaf apabila terdapat kesalahan dalam upaya melayani masyarakat. Mengingat polisi juga manusia tidak luput dari kesalahan yang ada, diharapkan masyarakat semua warga Pule khususnya para tokoh agama memaafkanya, sebagai acuan dalam berbenah menjadi polisi yang dicintai masyarakat.

“Saya mewakili anggota Polsek Pule Polres Trenggalek mengucapkan selamat hari raya idul fitri, dengan kembali ke fitri mari kita belajar mengenai kehidupan yang lebih baik, cegah perilaku yang menyalahi hukum agama dan hukum pemerintah dalam hal ini KUHPidana. Kita berantas yang namanya  Judi, miras dan Narkoba, melalui kegiatan seperti ini, wujudkan sinergitas antar tokoh agama dengan polisi dalam menciptakan situasi yang aman, bebas yang namanya penyakit masyarakat, ” Kata Iptu Suraji memberikan keterangan saat dikonfirmasi di lokasi.

Masih dalam konteks lebaran, saling maaf-maafkan merupakan upaya dalam pengharmonisan hubungan antar sesama. Dan halal bihalal merupakan kata yang dihadapkan pada kata haram, yang mana kata tersebut merupakan arti yang dilarang sehingga pelanggaranya berakibat dosa dan mengundang siksa.  Halal sendiri merupakan sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa. Maka sudah lengkap dalam memperoleh amal kebaikan, kita meningkatkan silaturahmi di saat lebaran.

Silaturahmi dan saling maaf-memaafkan sebagaimana di hari lebaran, memang dianjurkan dalam keyakinan beragama. Sebagai perwujudan keimanan silaturahmi harus tetap dijaga.  Karena dengan kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan, akan menambah rizki yang diberikan serta menambah pengaruh dalam artian diingat selalu orang yang didatangi dalam kegiatan silturahmi.