Kapolres Trenggalek Pimpin Aksi Penanaman Terumbu Karang di Watulimo

Polres Trenggalek – Disela-sela kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-73 yang diinisiasi oleh Polsek Watulimo, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. melakukan penanaman terumbu karang di laut Prigi. Selasa (09/07)

Didampingi pejabat utama Polres Trenggalek, Muspika Kecamatan Watulimo serta pejabat innstansi samping lainnya, AKBP Didit melepasakan ratusan terumbu karang yang diangkut menggunakan kapal salah satu nelayan tersebut ke dalam laut.

AKBP Didit menuturkan, penanaman terumbu karang ini merupakan upaya dari jajaran Kepolisian untuk turut serta berperan aktif menjaga ekosistem laut. Menurutnya, wilayah Kabupaten Trenggalek yang merupakan pesisir selatan Jawa Timur ini memiliki potensi keragaman hayati laut yang perlu dijaga bersama-sama.

“Bertepatan dengan hari Bhayangkara ke-73 kita melakukan aksi yang bersifat sosial namun membawa dampak besar kepada masyarakat. Salah satunya dengan melakukan penanaman terumbu karang ini.” Ujar perwira menengah asal kota pahlawan ini.

“Jika lautnya terjaga, ekosistemnya bagus maka laut juga akan memberi hasil yang melimpah. Mulai dari perikanan maupun wisatanya akan turut meningkat juga. Imbasnya tentu kesejahteraan masyarakat juga menjadi lebih baik” Imbuhnya

Masih kata AKBP Didit, terumbu karang ini nantinya akan menjadi rumah bagi biota laut dan beragam ikan lainnya. Dengan kondisi teluk Prigi yang asri dengan air yang jernih bisa mendukung tumbuhnya wisata selam atau snorkeling yang juga akan berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah wisatawan.

Selain itu, secara khusus kegiatan tersebut akan menjadi media edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk terus berbuat dalam menjaga ekosistem laut.

“Cara paling mudah jangan membuang sampah sembarangan apalagi di pantai atau laut. Jaga kelestarian laut kita agar anak cucu kita nanti bisa menikmati keindahannya. Galakkan kembali cinta lingkungan dengan membersihkan pantai dan laut kita dari sampah.” Pungkasnya