Kenakalan Remaja Merupakan Kegiatan Yang Menyimpang Dalam Aturan Agama dan Hukum Publik

Polres Trenggalek – Iptu Agustyo Waka Polsek Pule didampingi Aiptu Marjani memberikan pembekalan kepada siswa baru di SMA Negeri 1 Pule, Siang ini Rabu ( 17/7 ).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula SMU Negeri 1 Pule dilaksanakan pada jam pertama setelah kegiatan masuk kelas dalam masa orientasi siswa yang dilakukan.

 

Dalam memberikan pembekalan, Iptu Agustyo Waka Polsek Pule Polres Trenggalek memberikan pengertian dan pencegahan kenakalan remaja pada usia anak sekolah.

Acara yang digelar merupakan kepedulian stake holder yang ada di kecamatan Pule, menindak lanjuti adanya temuan usia anak sekolah yang sudah berani merokok di lingkungan sekolah yang diketahui terjadi di wilayah trenggalek. Dari adanya kejadian tersebut, mengundang keprihatinan para stake holder untuk meningkatkan perlindungan anak melalui sosialisasi kepada anak usia SMU agar tidak mengenal narkoba yang berujung pada permasalahan kenakalan remaja.

Iptu Agustyo Waka Polsek Pule Polres Trenggalek mengatakan, Substansi permasalahan yang disampaikan membahas kenakalan remaja, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan juvenile delinquency berasal dari kata juvenile yang berarti anak-anak dan delinquere yang berarti terabaikan. Oleh karena itu, kenakalan remaja dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang dilakukan oleh para remaja untuk berbuat onar. Kondisi ini merupakan kondisi patologis, karena para remaja tersebut berbuat atau bertindak di luar batas norma-norma hukum yang berlaku, serta merugikan lingkungan sosialnya.

 

Para ahli pendidikan berpendapat bahwa remaja yang dikatakan disini ialah seseorang yang telah memiliki umur 13 tahun sampai 18 tahun, Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh remaja tersebut merupakan akumulasi daripada pengabaian sosial yang dilakukan terhadap mereka, baik oleh keluarga, teman, ataupun lingkungan tempat ia tinggal. Hal tersebut disampaikan Iptu Agustyo dalam kegiatan pembekalan yang dilaksanakan.

Iptu Agustyo mengatakan, Penyalahgunaan narkoba, Penyimpangan sek melalui sek bebas, Pornografi atau porno aksi, Tawuran dan main Kebut – kebutan dijalanan merupakan bentuk penyimpangan perilaku diusia remaja yang memerlukan sinergitas bersama dalam pencegahanya.

 

Iptu Agustyo mengatakan lebih lanjut, Dalam penyampaian tentang pornografi, yang dilansir dari sumber terpercaya. pornografi adalah segala bentuk tindakan melihat orang lain sebagai sesuatu yang digunakan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi, Pasal 1 menyatakan Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan erotika.

 

” Cyber crime sudah ada, bahkan sudah ada di tingkat polsek untuk itu bagi pengguna Hp android agar berhati hatì, gunakan media sosial yang ada denga bijak. Jangan mengirim pesan yang bersifat bohong atau hoax yang menjurus pada adu domba kelompok manusia di kehidupan nyata bukan lagi pada dunia maya, ” penyampaian terakhir Iptu Agustyo dalam pencegahan penggunaan media sosial yang bertentangan dengan hukum termasuk didalamnya aksi kenakalan remaja.