Musdes RPJMDes Dan Musrenakeren Dalam Rangka Perencanaan Pembangunan Desa Gamping

Polres Trenggalek – Guna untuk meningkatkan partisipasi warga masyarakat dalam pembangunan yang ada didesa serta untuk menampung aspirasi dengan segmentasi kelompok perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya, Pemerintah Desa Gamping Kecamatan Suruh mengelar Musrenakeren (Musyawarah perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya) dalam rangka pembangunan serta Musdes dalam rangka RPJMDes tahun 2019 – 2025 bertempat di Balaidesa Gamping Kecamatan Suruh. Kamis (18/07)

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Desa Gamping Puguh Arbianto, S.Sos, Bhabinkamtibmas Desa Gamping Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Agus Mulyono, SH, MH, MSi, Pendamping Kecamatan Suruh Jaelani, Pendamping Desa Gamping Titin, Para Perangkat Desa, Ketua Rt dan Rw se Desa Gamping, PKK Desa Gamping, Para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Desa Gamping.

Kepala Desa Gamping Puguh Arbianto, S.Sos dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Kegiatan Musyawarah Desa kali ini merupakan ringkasan dari 3 kegiatan yang diantaranya Musrenbang desa dan Musrenakeren.

“Berbagai usulan sudah ada melalui musyawarah dusun yang selanjutnya kita musyawarahkan dalam Musyawarah Desa dan apabila dari warga masih ada usulan tambahan masih bisa kita tampung sebelum berbagai usulan tersebut di tetapkan,” kata Puguh Arbianto

Sementara itu Jaelani selaku pendamping Kecamatan Suruh menyampaikan bahwa fokus musyawarah pada kali ini adalah di bidang pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat serta untuk Musrenkeren telah diatur dalam Perbup No 1/2019 dan untuk usulan dari bidang pemberdayaan perempuan diprioritaskan pada tingkat kabupaten sedangkan untuk ketentuan terkait pembangunan desa bisa dilihat melalui Permendagri 114.

“Ketika RPJMDes sudah selesai, tim akan mengadakan perbaikan kemudian penyusunan RKPDes merujuk pada RPJMDes, serta untuk pemerintah desa dan BPD harus saling koordinasi untuk mempermudah tercapainya tujuan pemerintahan yang bagus yaitu clear n clean,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Gamping Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Agus Mulyono, SH, MH, MSi menyampaikan bahwa mobilisasi pengetahuan secara akademis terkait berbagai pendekatan yang dapat dilakukan dalam perencanaan pembangunan, yaitu melalui Pendekatan bottom up yang merupakan pendekatan yang paling ideal, sederhana, murah dan minimal resiko dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan.

“Tahapan perencanaan merupakan tahapan yang potensial terjadinya ketercelaan perbuatan (korupsi) dan dalam mewujudkan wilayah yang maju minimal 2% dari jumlah penduduk adalah entrepreneurship (kewirausahaan) serta selalu gunakan sumber sumber pendapatan desa sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” terang Bripka Agus Mulyono.

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito, SH saat dikonfirmasi ditempat terpisah mengatakan bahwa telah mengintruksikan kepada seluruh anggota Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa maupun warga Desa binaannya agar terjalin sinergitas dan kemitraan antara aparat keamanan dengan seluruh warga masyarakat.

“Dengan selalu hadirnya maupun ikutnya Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan, seperti pertemuan atau rapat maka akan dapat mengetahui setiap perkembangan yang ada didesa binaan dan juga akan terjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat maupun dengan aparat desa sehingga setiap permasalahan maupun persoalan akan segera dapat untuk diselesaikan,” terang Kapolsek Suruh AKP Wardjito, SH