Polres Trenggalek Tangkap Pria Diduga Pengedar Ribuan Pil Dobel L

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali berhasil menggagalkan peredaran Narkoba atau Okerbaya (Obat keras berbahaya) di wilayahnya. Baru-baru ini Saresnarkoba Polres Trenggalek menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar lengkap besama barang bukti ribuan pil Dobel L.

Dalam konferensi pers yang digelar dihalaman Mapolres pagi ini, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. membenarkan hal tersebut. Senin (09/09)

“Iya benar, petugas telah mengamankan seorang pria berinial YC asal desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Trenggalek. Tertangkap tangan mengedarkan atau menjual sediaan farmasi berupa pil dobel L tanpa memiliki izin edar” Ungkap AKBP Didit dihadapan para awak media.

AKBP Didit mengatakan, pada hari Kamis tanggal  5 September 2019 sekira pukul 13.00 WIB anggota Satresnarkoba Polres Trenggalek telah mengamankan seorang laki laki yang sedang mabuk di terminal bus masuk Kelurahan Surodakan.

Setelah dilakukan penggeledahan di saku celana sebelah kanan ditemukan 1 (satu) pil dobel L kemasan plastik bening berisi 100  butir dan 1 bungkus pil dobel L kemasan plastik bening berisi 70 butir yang dimasukkan kedalam bungkus rokok yang menurut keterangannya, barang tersebut didapatkan dan dibeli dari tersangka.

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih dalam dan berhasil menangkap tersangka dan dibawa ke Mapolres Trenggalek guna proses penyidikan lebih lanjut.” Imbuhnya

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 15 kemasan plastik bening yang masing-masing berisi 100 butir pil dobel L. Selain itu turut diamankan pula barang bukti lainnya berupa dompet, sebuah handphone dan uang tunai Rp. 3 ribu.

Sementara terhadap tersangka, petugas menjerat dengan pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 1,5  milyar rupiah Subs Pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan 3 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak 1  milyar rupiah dan UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Tidak ada ruang bagi pemakai atau pengedar Narkoba dan Okerbaya di Trenggalek. Nobat, Nongol babat.” Pungkas AKBP Didit.