Operasi Patuh Semeru 2019, AKP Suprihanto: Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Meningkat

Polres Trenggalek – Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar Polres Trenggalek selama 14 hari sejak tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 resmi ditutup. Operasi bidang lalu lintas tersebut diselenggarakan bertujuan untuk meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Suprihanto, S.H. mengatakan, berdasarkan analisa dan evaluasi, selama berlangsungnya Operasi Patuh Semeru 2019 sedikitnya 1.384 kendaraan ditilang petugas karena melakukan berbagai pelanggaran lalu lintas dan 226 mendapat tindakan berupa teguran.

“Jika dibandingkan dengan operasi yang sama tahun 2018 yang lalu, tren angka pelanggaran lalu lintas cenderung mengalami penurunan sebesar 7,86%. Ini menandakan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat semakin meningkat.” Ungkap AKP Suprihanto.

Masih kata AKP Suprihanto, yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak adalah hasil evaluasi menunjukkan bahwa angka pelanggaran tertinggi adalah pengendara dibawah umur yang mencapai 712 pelanggar atau 51% disusul tidak menggunakan Helm SNI sebanyak 92 pelanggar, Safety Belt 73 pelanggar dan melawan arus 49 pelanggar. Sedangan sisanya merupakan pelanggaran diluar prioritas operasi.

“Ditinjau dari aspek profesi, pelajar masih menduduki peringkat pertama sebanyak 740 orang atau 53%.” Ujar AKP Suprihanto

“Perlu kerjasama dan dukungan dari semua komponen masyarakat agar angka pelanggaran khususnya yang melibatkan pelajar dan dibawah umur bisa semakin berkurang. Kami sudah melakukan berbagai upaya preventif mulai dari sosialisasi disekolah-sekolah hingga menggelar program dengan sasaran anak usia dini dan pelajar.” Imbuhnya

AKP Suprihanto menambahkan, selama Operasi Patuh Semeru 2019 berlangsung, kecelakaan lalu lintas bisa dibilang turun cukup signifikan. Tahun 2018 sebanyak 33 kali sedangkan tahun 2019 ini sebanyak 11 kali dengan korban luka ringan 15 orang dan 1 orang meninggal dunia.

“Penurunan laka lantas berkisar 66,67%. Sekali lagi ini membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas juga meningkat. ” Kata AKP Suprihanto

Sehingga dapat dikatakan Operasi Patuh Semeru 2019 di wilayah hukum Polres Trenggalek berhasil mencapai tujuan yang diharapkan yakni menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lau lintas dan mewujudkan masyarakat yang tertib dan taat peraturan lalu lintas.” Pungkasnya