Dorong Peningkatan Peran Perempuan Millenial, Polres Trenggalek Gelar FGD

Polres Trenggalek – Perempuan memiliki peran besar dalam proses pembangunan. Dari seorang perempuan inilah lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia. Eksistensi perempuan di Indonesia sudah banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. saat menjadi nara sumber utama Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan atas kerjasama Satbinmas Polres Trenggalek bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek. Rabu (18/09).

Dalam acara yang mengambil tema `Peran Organisasi Wanita dalam Mencegah Penyakit Masyarakat (Molimo)` tersebut, AKBP Didit memaparkan korelasi antara peran perempuan sebagai ibu dan istri dengan proses pencegahan gangguan Kamtibmas.

“Perempuan adalah tiang negara. Perempuan adalah orang pertama yang memberikan asupan gizi dan ilmu pengetahuan bagi anak-anaknya. Jika dibekali dengan hal yang positif maka anak akan menjadi generasi masa depan yang tangguh dan cerdas.” Ujar AKBP Didit

Masih kata AKBP Didit, pencegahan Molimo harus dimulai dari organisasi terkecil yakni keluarga dan tentunya peran Ibu maupun istri sangat berpengaruh terhadap cara berfikir anggota keluarga. Dengan sisi kelembutan dan penuh kasih sayang dibarengi dengan kecerdasan seorang wanita akan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warrohmah yang tentunya akan berdampak positif pada pencegahan gangguan Kamtibmas khususnya Molimo.

Selain itu, AKBP Didit juga menjelaskan tentang fenomena Medsos yang menjadi tren era millenial saat ini. Terlepas dari manfaat yang diperoleh, Medsos juga membawa dampak negatif yang perlu diwaspadai dimana perempuan juga menjadi bagian tak terpisahkan didalamnya. Bahkan tak jarang jusru menjadi korban baik bullying, body shaming hingga penipuan ataupun kejahatan IT lainnya.

“Bijak dalam bermedsos. Jangan mudah terhasut atau terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Apalagi ikut menyebarkan berita Hoax, ujaran kebencian maupun Sara.” Ucap AKBP Didit

Sebagai perempuan era milleial, AKBP Didit meminta peserta yang didominasi oleh kaum wanita untuk membekali diri dengan Imtaq yang kuat dan mendorong peningkatan kemampuan diri dengan memperbanyak pengetahuan melalui literasi. Pihaknya juga berpesan agar perempuan bisa menjadi teladan, minimal dilingkungan keluarga serta tetap berkarya sesuai dengan bidang yang dimilikinya.

“Tak akan ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan tanpa melibatkan perempuan” Pungkasnya mengutip quotes dari salah seorang presenter wanita yang cukup kondang Najwa Shihab.

Acara yang digelar di gedung PCNU tersebut juga di hadiri oleh Kasatbinmas Polres Trenggalek AKP Suyono, S.H., M.Hum., Tokoh agama dan tokoh masyarakat, jajaran PCNU Kabupaten Trenggalek dan badan otonom serta organisasi wanita.