Mari Lestarikan Kawasan Hutan Lindung

Polres Trenggalek – Membawa alat pemotong di kawasan hutan lindung dalam aturan undang -undang tidak diperbolehkan. Peran masyarakat sangat perlu, apabila menemukan pelaku yang akan merusak hutan lindung untuk keperluan menguntungkan diri sendiri segera melaporkan ke pihak penegak hukum, jangan menunggu sampai tindakan pemotongan kayu dilakukan. Ucapan Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, S.H., M.H., diantara para unsur Muspika adanya Camat Drs Kiky Wahyu Rezeki dan Komandan Koramil 0806/10 Pule Kapten Infanteri Panut, Babinsa Serma Boyatno, Bhabinkamtibmas Aipda Sunardi, KRPH Wilayah Pule Heri Subiyanto dan warga dalam  kegiatan sinergitas bersama dalam menjaga kelestarian hutan.

Kegiatan yang dilaksanakan diruang dinasnya pada siang ini, Selasa 14 Seprember 2019 diikuti sedikitnya belasan undangan. ” Selain dari unsur TNI juga adanya para Kades yang wilayahnya terdapat hutan lindung juga kami undang,” kata Kapolsek Pule saat dikonfirmasi.

Iptu Suraji, S.H., M.H., Kapolsek Pule Polres Trenggalek mengatakan, dalam undang -undang nonor 18 tahun 2013 tentang kehutanan dijelaskan Dalam Undang undang ini setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan yang tidak sesuai dengan izin atau bahkan tidak memiliki izin pemanfaatan hutan dari pejabat yang berwenang, memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan/atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin.

Lanjut dalam perkataanya didepan para undangan di ruanganya larangan mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk menebang, membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk mengangkut hasil hutan di dalam kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang, memanfaatkan hasil hutan kayu yang diduga berasal dari hasil pembalakan liar. Hal itu dikatakan Iptu Suraji Kapolsek Pule Polres Trenggalek.