Sinergitas Polsek Dongko Bersama Perhutani Dan LMDH Dalam Melindungi Hutan Dari Kondisi Rentan Kebakaran

Polres Trenggalek – Kepolisian Sektor Dongko Polres Trenggalek bersama pihak Perhutani KRPH Sumberbening BKPH Dongko dan masyarakat  bahu-membahu memasang banner Imbauan dari Kapolres Trenggalek terkait dengan musim kemarau panjang dan rentan terjadinya kebakaran hutan/lahan. Rabu (18/09)

Dalam banner imbauan berukuran 2 kali 3 meter itu terpampang jelas gambar Kapolres Trenggalek AKBP Didit.B.W.S.,S.I.K.,M.H., dan disana terdapat 6 poin yang ditujukan kepada masyarakat untuk :
1. Bersama-sama menjaga kelestarian alam dengan tidak membakar lahan dan hutan.
2. Dilarang melakukan aktivitas yang dapat membahayakan dan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
3. Dilarang merokok dan/atau membuang puntung rokok sembarangan khususnya dikawasan lahan dan hutan.
4. Bagi masyarakat maupun korporasi yang akan bercocok tanam/berkebun, tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
5. Apabila mengetahui kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada Kepolisian dan aparat terkait.
6. Pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dikenai pidana sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan Undang-undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan.

Dikesempatan pemasangan banner imbauan tersebut, Kapolsek Dongko Polres Trenggalek AKP Tri Basuki,S.H., didampingi Kanit Sabhara dan Kanit Provos turun langsung bersama Kepala RPH Sumberbening saudara Sunardi beserta stafnya dan masyarakat yang tergabung dalam wadah LMDH Desa Pringapus, berlokasi di kawasan hutan petak 18 dan hutan petak 23 RPH Sumberbening masuk Desa Pringapus Kecamatan Dongko.

Ketika ditemui usai pelaksanaan pemasangan banner imbauan,  AKP Tri Basuki,S.H., mengatakan, kebetulan wilayah hukum Polsek Dongko Polres Trenggalek kurang lebih 70 persen adalah kawasan hutan/lahan. Dan kesemuanya adalah rawan terjadi kebakaran mengingat saat sekarang adalah musim kemarau panjang.

“Maka dari itu kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk bersama melakukan peranan dalam menjaga hutan/lahan dari  kebakaran,” Kata AKP Tri Basuki.

Semoga dengan pemasangan banner imbauan terkait larangan membakar hutan/lahan (Karhutla) dikawasan hutan perhutani ini masyarakat bisa mengerti dan memahami, sekaligus bisa bersama menjaga kelestarian lingkungan hutan/lahan, tandasnya.