Pernah Dengar Kata Selingkuh, Bagaimana Tinjauan Bahasa Hukumnya

Polres Trenggalek – Dalam bahasa hukum, kata -kata perselingkuhan itu tidak ada. Sedangkan dalam aturan yang ada, adanya kata -kata Perzinahan dengan mengacu tindakan perzinahan tersebut adanya sanksi pidana mengancam. Hal itu dikatakan Humas Polsek Pule Polres Trenggalek agar masyarakat mengerti dan memahami antara kata selingkuh dan zina, itu pada Senin 23 September 2019.

Perzinahan sendiri diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana ( KUHP ) dalam pasal 284.

Dalam aturan tersurat Pasal 284 ayat (1) KUHP berbunyi

Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan:

1)       a. Laki-laki yang beristri, berbuat zina, sedang diketahuinya, bahwa kawannya itu bersuami;

b. Perempuan yang bersuami berbuat zina;

2)       a. Laki-laki yang turut melakukan perbuatan itu, sedang diketahuinya, bahwa kawannya itu bersuami;

b. Perempuan yang tiada bersuami yang turut melakukan perbuatan itu, sedang diketahuinya, bahwa kawannya itu beristri dan Pasal 27 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berlaku pada kawannya itu.

Humas Polsek Pule Polres Trenggalek mengatakan, sedangkan pengertian Zina dari buku KUHP dan Komentarnya R. Soeroso menjelaskan Persetubuhan yang dianggap sebagai zina adalah persetubuhan dalam kamaluan bertemunya kulit kelamin laki-laki dengan kulit kelamin perempuan.

” Disamping itu, kaidah untuk menentukan persetubuhan sebagai zina adalah persetubuhan terjadi bukan pada miliknya sendiri, ” ucap Humas Polsek Pule

Jika dua orang yang berbeda kelaminnya baru bermesraan, misalnya berciuman atau berpelukan, belum dapat dikatakan berbuat zina. Perbutan zina dapat dijatuhkan hukuman bagi mereka yang melakukan Zina belum pernah kawin atau yang sudah pernah kawin, hal itu dikatakan Humas Polsek Pule lebih lanjut.