Polisi Urai Persoalan Unggahan Media Gunakan Langkah Solutif

Polres Trenggalek – Media sosial via face book, instagram, tweetter maupun lainnya merupakan sarana yang paling mudah untuk mengunggah berbagai cerita maupun berita bagi semua pihak baik secara terorganisir atau indifidu. Namun sisi yang lain sebagian kecil pada umumnya para pengguna media sosial itu belum memahami batasan-batasa yang sudah diatur dalam undang-undang informasi transaksi elektronik. Perlunya sosialisasi serta pencerahan dalam setiap saat pada generasi milinellial yang menduduki prosentase mayoritas sebagai pengguna media yang berbasis tehnologi tersebut.

Seperti mediasi problem solving yang dilakukan di Mapolsek Munjungan Polres Trenggalek (senin 23/9/19) oleh Kanit Reskrim Ipda Cikini yang melibatkan lembaga pendidikan sekolah menengah pertama dengan adanya unggahan di accont face book yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi pada hari sabtu lusa. Guru SLTP yang enggan disebutkan namanya selaku pemegang bidang bimbingan konseling telah mengklarifikasi serta meminta untuk penghapusan pemberitaan yang tidak sesuai dan merugikan lembaga sekolahnya biar tidak menjadi konsumsi publik. Pihak keluarga dari wali orangtua juga merasa dirugikan oleh si penggunggah berita dan meminta maaf pada pihak lembaga sekolah tingkat pertama. Kanit Reskrim Polsek Munjungan Polres Trenggalek didalam memediasi persoalan tersebut dengan dasar landasan adanya sebuah kesepakatan kedua belah pihak, masalah tidak usah berkepanjangan dan dijadikan sebuah pembelajaran kedepan agar hati-hati dalam bermedia. “Langkah solutif dalam mediasi merupakan sesuatu yang bijak demi kebaikkan semua pihak” ujar Ipda Cikini. (Red/is)