Antisipasi Bencana, Polsek Suruh Siap Sinergi Bersama Instansi Terkait

Polres Trenggalek – Penanggulangan bencana alam tidak bisa dilakukan sendiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, harus ada saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada, serta melibatkan semua unsur-unsur dari masyarakat, guna untuk meningkatkan koordinasi diantara lembaga dan unsur kemasyarakatan pada hari ini, Senin (14/10) Pemerintah Kecamatan Suruh beserta BPBD Kabupaten Trenggalek mengelar rapat koordinasi Penanggulangan bencana bertempat di Aula Kecamatan Suruh.

Hadir dalam kegiatan Rakor penanggulangan bencana alam tersebut antara lain Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek Drs. Agung Widodo, Camat Suruh Drs. Agus Utoyo, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito, S.H, Danposramil Suruh Letda Inf Sutopo yang diwakili oleh Serka Agus Suwadi, Para Kepala Desa se Kecamatan Suruh, Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Suruh, Babinsa se Kecamatan Suruh, Staf Kecamatan Suruh, Kepala Desa se Kecamatan Suruh, Relawan dan TRC Kecanatan Suruh.

Camat Suruh Drs Agus Utoyo dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat datang kepada kepala BPBD Kabupaten Trenggalek serta seluruh peserta rakor Penanggulangan bencana alam tingkat Kecamatan Suruh, kami sampaikan disini bahwa kemarau yang berkepanjangan ini akan berdampak pada kondisi alam dan masyarakat, namun untuk diwilayah Suruh tetap tertangani dengan baik seperti kebakaran hutan pinus di Daren Dusun Jantirejo Desa Suruh beberapa waktu yang lalu.

“Antisipasi kemarau panjang diharapkan berasal dari bawah yaitu dari Pemerintah Desa mulai mewaspadai dampak dari kemarau panjang seperti kekeringan dan karhutla, dan marilah kita peka terhadap lingkungan terutama potensi terjadinya bencana alam terutama kekurangan air bersih, Pemerintah Kecamatan Suruh telah mengajukan permintaan bantuan air kepada BPBD di wilayah kekeringan dan sudah ada tindak lanjut dari BPBD,” kata Drs Agus Utoyo

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Wardjito, S.H dalam sambutannya mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan ini, dan semoga dengan kegiatan ini ke depannya akan dapat lebih intens untuk berkomunikasi dalam rangka penanggulangan bencana alam terutama yang terjadi diwilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek.

“Tiga pilar Kamtibmas yang ada di desa desa kami harapkan bisa untuk bekerja sama dengan baik dalam rangka kondisi tanggap bencana alam dan berbagai permasalahan yang timbul ditengah tengah masyarakat sehingga tidak sampai menimbulkan suatu keresahan.

“Disini akan kami paparkan tentang situasi dan kondisi wilayah yang meliputi kamtibmas, bencana alam dan kebakaran hutan yang pernah terjadi di wiayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek dan semoga dengan adanya kegiatan ini akan dapat membawa manfaat dalam menjaga kamtibmas dan menjaga alam kita ini, kami minta kerjasamanya dari 3pilar supaya cepat teratasi kalau ada suatu bencana ,” kata AKP Wardjito, SH

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek Drs Agung Widodo mengucapkan salam hormat kepada semua tamu undangan yang hadir dalam acara ini, dan kami sampaikan disini bahwa sudah ada 4 Desa diwilayah Kecamatan Suruh yang mengalami kekeringan serta sudah mengirim surat tembusan ke BPBD Kabupaten Trenggalek guna untuk dikirimkan air bersih.

“Ketika mengirim surat tembusan ke BPBD data dari desa yang mengalami kekeringan harus singkron dengan data yang ada di Pemerintah Kecamatan supaya tidak terjadi simpang siur dalam menyuplai bantuan air bersih,” jelasnya

Lebih lanjut Agung Widodo mengajak untuk para Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Masyarakat sekitar harus saling koordinasi dan kerjasama dalam penanggulangan segala macam bentuk bencana alam yang setiap saat dan setiap waktu dapat terjadi.

“Karhutla merupakan ulah dari manusia oleh sebab itu kita harus sering terjun ketengah tengah masyarakat serta sering sering mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan penanggulangan Karhutla, serta disetiap tempat bahkan dikantor Kecamatan ini harus ada jalur evakuasi untuk antisipasi kalau sewaktu waktu terjadi bencana,” pungkas Agung Widodo